Enam Bocah Tewas Terserang DBD

290

SRAGEN–Sepanjang 2014, tercatat empat bocah diketahui meninggal dunia akibat terserang wabah demam berdarah dengue (DBD). Kabar tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) DBD tingkat kabupaten, di Aula Sukowati Setda Sragen.
Empat korban jiwa tersebut tersebar di empat kecamatan di Sragen, yakni Masaran, Sragen, Mondokan, dan Sumbelawang. Hal ini diungkapkan Staf Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Tri Raharno, mewakili Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Retno Dwi Kawurjan, kemarin (9/5).
Jumlah meninggal dunia akibat DBD tersebut diperkirakan meningkat bila dibandingan tahun sebelumnya. Selama kurun waktu itu, hanya enam orang yang meningal dunia. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Sragen, Masaran, Tanon, Sukodono, dan Sumberlawang.
Selain kasus kematian, jumlah kasus DBD juga mengalami peningkatan. Pada 2013 terdapat 389 kasus dengan korban meninggal enam orang. Sedangkan pada 2014 hingga Maret, sudah 101 kasus DBD dengan korban meninggal dunia empat orang.
Dikatakan, kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar berpengaruh cukup besar terhadap menyebarnya wabah DBD. Selain itu, keterlambatan untuk segera membawa penderita berobat ke rumah sakit juga dinilai menjadi salah satu penyebabnya.
”Biasanya masyarakat cukup berobat di puskesmas, setelah itu dibawa pulang. Padahal si penderita perlu penanganan lebih intensif. Pasien baru dibawa ke rumah sakit saat keadaan sudah parah,” terangnya.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit dan Pengawasan Lingkungan (P2PL) DKK Sragen Retno D.K. menambahkan, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi penyebaran chikungunya. Selain penyuluhan kepada warga, sejumlah tindakan dan pemantauan juga terus dilakukan di lokasi endemis. ”Beberapa langkah konkrit yang di lakukan Dinas Kesehatan di antaranya memberikan antiseptik jentik nyamuk dan melakukan foging di kawasan endemis,” ungkapnya.(in/un/ida)