Jateng Juara Umum OSN SD

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEKAYU—Jateng kembali menjadi juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan di Sanur Bali, 4-9 Mei. Dalam acara yang diikuti 180 siswa dari 34 provinsi, Jateng memperoleh 3 medali emas, 2 medali perak, 1 medali perunggu dan 1 piala the best overall.
Di bidang IPA, emas diraih Ezra Budi Emanuel dari SDK Tri Tunggal, perak oleh Kevin Adrian Rizona (SDN Cemara 2 Surakarta) dan perunggu diraih Ursula Krisna (SD Putra Bangsa Klaten). Di bidang matematika, emas disumbangkan Justin Adrian Halim (SD Pangudi Luhur 2 Surakarta), Ferdinand Halim Santoso (SD Kalam Kudus Surakarta), perak disumbangkan Steven Christopher Handokoi (SDK Tri Tunggal Semarang).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Nur Hadi Amiyanto merasa bangga dengan prestasi yang diraih kontingen Jateng. Para juara rencananya akan memperoleh beasiswa dari Gubernur Jateng. “Mereka itu merupakan anak hebat,” ungkapnya.
Salah seorang penyumbang emas, Ezra Budi Emanuel mengatakan telah mempersiapkan diri untuk menghadapi OSN. Ketika bertanding, menurutnya 60 persen soal bisa dikerjakan dengan mudah sementara sisanya cukup sulit. Saingan terberat dalam OSN kali ini berasal dari DKI Jakarta dan Jatim. “Tetapi berkat bimbingan dari dosen (saat berlatih, red), semuanya bisa dikerjakan dengan baik dan sekarang hasilnya tidak mengecewakan,” katanya.
OSN IPA melombakan mata pelajaran fisika dan biologi. Bagi Ezra, soal-soal fisika bisa dikerjakan dengan mudah. Sementara biologi agak susah karena harus banyak menghafal. “Fisika itu paling penerapan rumus-rumus sedangkan biologi itu karena ada hafalannya,” katanya.
Orangtua Ezra, Setio Budi, mengatakan bahwa putranya jarang belajar di rumah. Bahkan ketika menjelang ujian, orangtua harus aktif meminta agar belajar. Meski demikian, Ezra mudah menangkap materi yang diajarkan guru di sekolah. “Sekali diterangkan oleh gurunya, bisa langsung diterima,” kata Setio Budi. (hid/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -