Minta Pemerintah Tak Persulit Izin

289

AMBARAWA- Sekalipun dipasang papan peringatan tak berizin, objek wisata Kampoeng Rawa yang berada di pinggir Rawa Pening tetap beroperasi. Pihak manajemen Kampoeng Rawa menilai, hal itu bukan penyegelan. Tapi baru peringatan. Itu pun belum peringatan resmi berupa surat tertulis.
Manajemen Kampoeng Rawa yang dikelola para petani dan nelayan menilai, pemerintah seakan-akan mempersulit dalam memberikan perizinan. Mereka mengklaim, sejak awal akan mendirikan, yakni dua tahun lalu, sudah ada pengajuan izin. Namun, hingga saat ini perizinan tidak juga keluar. Bahkan seolah-olah saling lempar tanggungjawab.
“Kami sudah sejak awal berupa mengajukan perizinan, tetapi sampai saat masih dalam proses baik di Badan Lingkungan Hidup, Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu. Tetapi masih dalam kendala, yakni pihak kabupaten dan provinsi sepertinya kebingungan ini yang mengurusi izin ranahnya siapa. Kalau mereka bingung ini ranah siapa, lalu kami ini harus ke mana?” kata Manajer Kampoeng Rawa, Agus Sumarno, Jumat (9/5) siang.
Agus berharap pemerintah segera memberikan keputusan yang jelas. Sehingga pihaknya tidak merasa dipingpong untuk mengurus perizinan. Sebab, saat ini ada ratusan masyarakat yang bergantung kehidupan dari keberadaan Kampoeng Rawa. Mulai karyawan, sewa perahu, hingga pemilik karamba Rawa Pening.
Agus menegaskan bahwa Kampoeng Rawa tidak disegel atau ditutup. Kegiatan Pansus DPRD dan satpol PP hanya memberikan peringatan. Sebab izin masih dalam proses pengurusan.
Agus mengklaim keberadaan Kampoeng Rawa meningkatkan perekonomian. “Kami tetap operasional, kami tidak disegel atau ditutup.”
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perizinan DPRD Kabupaten Semarang, Kusulistyono, mengatakan, langkah satpol PP merupakan bentuk ketegasan dari pihak pemerintah. Pemberian tanda berupa spanduk bertuliskan ‘Bangunan Ini Tak Berizin’ di sejumlah tempat merupakan bentuk peringatan keras kepada pengelola. (tyo/isk)