Penerapan Ber-SNI Dilematis

318

SOLO–Mainan anak yang belum ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) bakal tetap marak di sejumlah toko. Sebab, Pemkot Solo belum sepenuhnya melaksanakan Permenperind Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penerapan SNI Wajib Mainan Anak yang telah diberlakukan mulai 30 April 2014.
Pemkot mengakui tak bisa terburu-buru mengikuti aturan baru tersebut. Mengingat kondisi dan kemampuan produsen mainan anak-anak yang berasal dari industri kecil atau usaha kecil menengah (UKM).
“Sebelum menerapkan kebijakan, kan harus dilihat faktanya dulu seperti apa. Ya, pasti ada plus minus dari pilihan kebijakan. Namun, di sini juga bicara soal siapa yang harus dilindungi,” tutur Sekda Solo, Budi Suharto kepada wartawan, Jumat (9/5).
Menurut Budi, kalangan industri kecil belum benar-benar siap dengan penerapan aturan tersebut. Tak perlu jauh-jauh soal sertifikat, bahkan sampai saat ini informasi mengenai kriteria-kriteria SNI pun belum benar-benar dipahami pelaku usaha kecil. Apalagi, untuk menuju ke arah tersebut (SNI), kata Budi, tentunya juga diperlukan investasi atau modal yang tak sedikit.
Dengan pertimbangan tersebut, peraturan wajib SNI tak bisa serta merta dipaksakan. Terutama kepada kalangan industri kecil. Menurut Budi, pemaksaan penerapan aturan SNI untuk produk mainan anak-anak, salah-salah justru bisa mendatangkan konsekuensi risiko di sisi lain. Yakni jatuhnya industri kecil lokal yang memang belum benar-benar siap dengan aturan itu.
“Meski aturan pusat sudah diterapkan, ya tidak bisa secara saklek kalau tidak standar langsung ditutup. Faktanya memang belum siap, sehingga toleransi tetap harus ada,” ujarnya.
Meski demikian, lanjutnya, pemkot pun tetap tak akan menutup mata ihwal penjaminan perlindungan terhadap konsumen, khususnya standar keamanan mainan anak-anak. Hal itu, kata Budi, akan dilakukan dengan penguatan pengawasan terhadap industri mainan anak-anak. Selain itu, juga pengawasan terhadap produk mainan impor yang masuk ke Solo.
“Jadi perlindungan terhadap industri kecil dilakukan, tapi pemkot juga tetap bertanggungjawab mengawasi. Kami persiapkan pengawasan yang lebih kuat,” terangnya.
Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo tak mempermasalahkan adanya penerapan aturan wajib SNI mainan anak-anak. Asal, ada kepastian pendampingan dan perlindungan terhadap insutri kecil sebagai produsen mainan anak-anak. Sehingga aturan itu tak justru melemahkan keberadaan industri kecil. (ria/wa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.