Rendah, Budaya Makan Ikan

362

SALATIGA—Budaya makan ikan warga Kota Salatiga masih sangat rendah, yaitu 14,7 kg per kapita per tahun. Padahal, untuk menjadi ideal, harus mencapai angka 31,4 kg per kapita per tahun.
Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Yuliyanto, kemarin, kepada siswa SD 1, 2 dan 3 Pulutan, Kecamatan Sidorejo, saat membuka Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2014 di kelurahan Pulutan. Wali Kota Yuliyanto menambahkan, di Jepang mencapai 80 kg per kapita per tahun. Karena itu, kata wali kota, anak – anak Jepang menjadi cerdas.
“Kalau anak-anak mau jadi wali kota, harus makan ikan yang banyak. Makan ikan itu bagus, karena mengandung omega 3, 6 dan 9, sehingga mencerdaskan otak. Adik – adik mau jadi wali kota tidak?” ucap Yuliyanto yang disambut dengan teriakan mau dari anak-anak SD.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Husnani mengatakan, dalam kesempatan tersebut, juga diberikan cindera mata berupa topi dan perangkat sekolah bagi siswa SD yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan serta lomba memasak kudapan berbahan baku ikan. Peserta dalam lomba kali ini sebanyak 16 kelompok dari PKK dan juga organisasi wanita.”
Husnani juga melaporkan bahwa kolam ikan yang dikelola oleh kelompok petani ikan Pulutan seluas 4 hektare dan telah menelan biaya miliaran rupiah. “Jumlah kolam ikan lele yang ada di sini 46 kolam. Adapun produksi pada 2013 sebanyak 96 ton. Sedangkan pada 2014 hingga April lalu, telah menghasilkan 35 ton.
Acara ditutup dengan pemberian bantuan kepada Pokdakan Ngudi Rejeki Kelurahan Tingkir Lor, Pokdakan Mina Berkah Kelurahan Bugel dan Pokdakan Argosari, Kelurahan Randuacir. Masing – masing Rp 65 juta. Bantuan berasal dari Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya. (sas/isk)