Tim Verifikasi Kesulitan Saksi Hidup



Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SRAGEN–Tim verifikasi menemui kendala dalam melakukan pendataan tenaga honorer kategori dua (K2). Kendala yang paling menonjol, banyaknya pegawai honorer yang bekerja sebelum tahun 2005 sudah tidak diketahui keberadaannya. Menghilangnya para pegawai honorer tersebut membuat tim verifikasi kesulitan menemukan saksi hidup yang mengetahui data tentang waktu para tenaga honorer mulai bekerja.
Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan, berbagai kendala ini membut tim verifikasi kesulitan melacak data honorer sebenarnya. Kendati demikian, tim tetap akan bekerja secara profesional dan objektif. Sulitnya melacak keberadaan tenaga honorer untuk dijadikan saksi itu dikarenakan yang bersangkutan sudah beberapa kali dimutasi atau mengundurkan diri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan honorer tersebut juga sudah meninggal dunia.
”Kalau tidak ada saksi tenaga honorer yang bersangkutan atau yang bekerja sebelum tahun 2005, lantas kami harus bertanya kepada siapa? Hal inilah yang menjadi kendala tim dalam bekerja,” katanya kepada wartawan kemarin (9/5).
Selain kendala teknis, tim juga menemukan kendala lain. Seperti terjadinya kecemburuan sosial antara pegawai honorer satu dengan yang lain. Sehingga membuat tim verifikasi harus lebih hati-hati dalam meminta keterangan saksi. ”Tapi sudah kami tekankan kepada tim untuk tetap bekerja objektif dan profesional. Kami tidak ingin hasil verifikasi malah menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.
Setelah langkah verifikasi oleh tim kelar, hasilnya nanti akan diumumkan secara terbuka. Sehingga seluruh masyarakat bisa melihat dan melakukan koreksi jika terjadi kekeliruan. ”Akhir bulan ini hasil verifikasi seleksi CPNS jalur K2 harus sudah dikirimkan ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional),” ujar dia.
Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Sragen (Fomas) Andang Basuki meminta tim verifikasi tidak menjadi ”pemadam kebakaran” semata demi meredam gejolak protes di masyarakat. Tim harus bekerja secara profesional dengan menyajikan data sebenarnya. Kalau terbukti menemukan data palsu atau bodong, tim harus mencoretnya. ”Tim jangan hanya formalitas belaka dalam bekerja. Kalau menemukan data palsu harus dibuka,” desaknya. (in/un/ida) 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -