Waspadai Debu Halus

280

RANDUSARI–Musim pancaroba dengan udara cenderung bersifat kering, panas, dan berdebu, dapat memicu munculnya sejumlah penyakit. Seperti ISPA (insfeksi saluran pernapasan akut), gangguan pencernaan, dan penyakit mata.
“Pada masa pancaroba seperti ini kalau dikaitkan dengan penyakit, jelas yang paling marak dan mudah menyerang adalah ISPA dan pencernaan. Tapi yang perlu diwaspadai sekarang ini adalah penyakit konjungtivitis mata,” terang Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang  Mada Gautama, Jumat (9/5).
Diakui Mada, debu vulkanik yang berasal dari gunung meletus memang sudah tidak setebal ketika Gunung Kelud meletus beberapa waktu lalu. Tapi Gunung Merapi saat ini masih dalam status waspada. Ada baiknya jika masyarakat tetap waspada. “Kalau kita perhatikan mobil-mobil yang terparkir di jalan, utamanya yang warna gelap, banyak debu yang menempel di bodi mobil. Memang tidak banyak seperti yang dulu. Debu halus dengan ukuran super kecil itu mudah terhirup dan akan mengganggu saluran pernapasan. Kalau terkena mata akan konjungitivitis mata,” katanya.
Ciri-ciri konjungtivitis mata yakni mata terasa kasar, gatal, mata merah, dan bengkak. Memang tidak sampai menimbulkan kebutaan tapi hal tersebut mengganggu pandangan. Berkaitan dengan gunung meletus atau tidak, kata Mada, hawa panas dan debu dapat mengganggu fungsi pernapasan.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatannya. Selain mengatur pola makan, juga harus menghindari debu agar tidak masuk ke saluran pernapasan. “Bagi pengendara bisa mengantisipasinya dengan memakai pelindung mata seperti kacamata atau helm berkaca, untuk melindungi pernapasan pakai masker,” katanya.
Selain itu, lanjut Mada, bagi pedagang makanan yang berjualan di pinggir jalan, diimbau untuk membungkus makanannya dengan pembungkus yang higienis. “Untuk penyakit ISPA sendiri hingga bulan Maret lalu sudah mencapai 44.083 kasus,” tandasnya. (zal/ton)