Ada Aturan, PSK Tak Boleh Goda Warga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...




KETUA Resosialisasi Sunan Kuning Semarang
Suwandi mengatakan, ada aturan yang harus dipatuhi PSK yang tinggal di lokalisasi.
Tujuannya, agar warga tak merasa dirugikan dengan keberadaan lokalisasi terbesar di Kota Semarang itu. “Kalau gesekan dengan masyarakat, selama ini tidak ada. Sunan Kuning lebih dulu ada, daripada permukiman warga sekitar,” katanya kepada Radar Semarang.

Ia membeber, untuk menekan efek negatif—utamanya pada anak-anak muda—pihaknya memberlakukan aturan. Yaitu, para PSK dilarang menggoda atau memakai baju yang minim saat keluar dari lokalisasi.
“Mereka kami anjurkan dan kami larang untuk menggoda warga kampung. Pakaian pun saat keluar di perkampungan, tidak diperkenankan memakai baju minim. Intinya, mereka juga harus menjaga sopan santun dengan warga sekitar.”
Apakah ada warga sekitar yang menjadi pelanggan di lokalisasi tersebut? Suwandi mengaku tidak bisa memantau; dari mana asal tamu yang datang.
Namun, klaim dia, biasanya tamu yang datang ke SK adalah tamu dari luar wilayah SK . “Kalaupun dari sekitar lokalisasi, saya tidak tahu. Tapi biasanya datang dari luar daerah sini.”
Suroto, 42, warga sekitar Sunan Kuning mengaku tidak terganggu, meski tinggal di dekat lokalisasi. Alasannya, sudah terjalin hubungan baik dengan warga Sunan Kuning. “Kalau terganggu sih tidak, kadang hanya khawatir dengan anak-anak yang masih kecil,  tentu ada efek negatifnya ke depan.”
Disinggung harga jual tanah yang rendah lantaran berada di dekat lokalisasi, ia mengaku tak tahu. Ia tidak berniat menjual rumah sederhananya, meski berdekatan dengan lokalisasi.
Nur Pudji, 35, warga lainnya, juga mengaku tak merasa terganggu. Meski begitu, ibu muda itu kadang berpikir untuk pindah. Ia khawatir dengan dampak buruk pada anaknya yang masih SMP. “Takutnya kalau anak coba-coba main ke sana. Belum lagi efek negatif lainnya, ” ucapnya.


Meski begitu, Nur mengaku tetap terjalin hubungan baik dengan penghuni Sunan Kuning. “Kalau menikmati secara langsung sih tidak, tapi tidak ada masalah. Mbak-mbaknya (para PSK) kalau keluar tidak pernah pakai pakaian yang minim. Jadi saya sebagai warga kampung tidak khawatir.” (den/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -