Lansia Diimbau Tunda Umrah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

REMBANG–Meninggalnya salah satu warga Sluke selepas umrah, karena diduga terinfeksi virus MERS, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang. Dinkes mengimbau lansia di atas umur 65 tahun dan anak-anak di bawah 12 tahun, agar menunda umrah lantaran kini merebak virus MERS di Arab Saudi.
Jumat (9/5) malam kemarin, seorang warga Desa Jurangjero, Kecamatan Sluke, berinisial DS, 56, meninggal dunia dicurigai terinfeksi MERS saat menjalani umrah. DS pulang dari Arab Saudi pada Selasa (6/5) dan dirawat di rumah sakit akibat demam tinggi dan infeksi paru-paru.
”Selain lansia dan anak-anak di bawah 12 tahun, perempuan hamil pun kami harapkan agar tidak menunaikan umrah dulu, setidaknya pada tahun ini. Demikian pula dengan mereka yang telah memiliki penyakit penyerta, agar menunda dulu ke Arab Saudi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii kemarin.
Ali mengatakan, mereka yang dalam keadaan sehat dan berada di usia produktif masih diperkenankan berangkat umrah. Namun mereka tetap diimbau agar menjaga kebersihan, mengenakan masker, dan menghindari kontak dengan unta selama di Arab Saudi.
Menurut Ali, imbauan mengenai MERS belum akan dilakukan secara resmi via surat ke setiap agen travel umrah di Kabupaten Rembang. Dia mengaku, perlu memantau dulu instruksi lebih lanjut dari pihak Kementerian Kesehatan.
”Sejauh ini surat edaran dari Kementerian Kesehatan yang berisi anjuran penyebarluasan imbauan mengenai kewaspadaan MERS, belum kami terima. Namun kami terus memantau perkembangan dari virus yang cukup berbahaya ini,” tegasnya.
Ali kembali membeberkan, gejala awal mereka yang terinfeksi MERS adalah mengalami demam kemudian batuk. Diikuti sesak nafas yang berlanjut pada infeksi saluran pernafasan dan sesak seperti pada radang paru-paru. ”Pada MERS juga diikuti gangguan ginjal dan bisa berujung pada kematian penderita,” katanya.
Pemerintah Arab Saudi baru saja mengumumkan lima orang dinyatakan telah meninggal serta 14 kasus baru telah teridentifikasi di tengah upaya negara dalam memberantas virus MERS. Sejak September 2012, sudah 463 orang terinfeksi dan 126 meninggal akibat MERS di Arab Saudi. (ali/hil/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -