Meniru Busana PSK, Matang sebelum Waktunya

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEKITAR 200 anak usia TK hingga SMA yang tinggal di lokalisasi Sunan Kuning, 40 persen di antaranya, sudah matang sebelum waktunya. Artinya, meski usia mereka masih relatif sangat muda, namun soal perilaku, semua meniru pengunjung maupun penghuni di lokalisasi. Baik dari cari bicara, cara bergaul, sampai cara berpakaian.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan Griya Asa PKBI Semarang, Ari Istiyadi. Ari berpendapat, anak-anak yang tinggal di kawasan lokalisasi, memiliki problem yang rumit dan banyak.
Salah satu langkah antisipasi dan upaya pencegahan, kata Ari, pihaknya terus mengedepankan pendidikan agama maupun pendidikan umum. Dalam praktiknya, dua cara itu dinilai efektif. Yaitu, sebagai langkah agar anak-anak bisa tetap bertahan dengan dunianya sendiri.
Mereka diharapkan tak terkontaminasi maupun meniru perilaku dan keseharian para pengunjung dan penghuni lokalisasi.
“Selama ini, kami berusaha untuk membekali anak-anak di sekitar lokalisasi dengan agama. Belum cukup memang, tapi minimal ini sebagai langkah pencegahan awal.”
Ari Istiyadi mengaku sudah beberapa tahun terakhir fokus berkecimpung mengamati berbagai persoalan di dunia lokalisasi. Penelitian dengan objek anak-anak yang tinggal di lokalisasi, kata Ari, mereka cenderung berbeda, dibandingkan anak-anak seusianya. Mereka lebih kasar, sering berbicara kotor, dan gaya pakaian yang serba minim.
Anak-anak, meski kecil, cenderung meniru perilaku PSK maupun pendatang di lokalisasi.  “Bayangkan anak usia TK sampai SD, mestinya pukul 00.00 sudah istirahat, tapi di kawasan lokalisasi, justru anak-anak kecil masih melek dan keluyuran,” ucapnya.
Ari mengakui, tak mudah untuk memberikan pendidikan anak di kawasan lokalisasi. Cukup beralasan. Selain dana minim, pendampingan tidak dilakukan setiap hari. Padahal, anak-anak selalu merekam semua hal, baik yang didengar maupun dilihat dalam kesehariannya.
“Ya, ini terjadi karena ada pembiaran, sehingga anak-anak meniru semua aktivitas di lingkungan sekitar. Jadi, jangan kaget jika melihat anak kecil di sekitar lokalisasi, sudah bergaya bak orang dewasa.”
Selama ini, Ari menilai, pemerintah tidak pernah memperhatikan kondisi anak-anak di kawasan lokalisasi. Buktinya, dari beberapa program, Pemkot Semarang lebih menyasar kepada para PSK.
Terkesan, ada pembiaran kepada anak-anak di lokalisasi yang kian hari cenderung agresif dan matang sebelum waktunya.
Padahal, anak-anak merupakan aset besar untuk masa depan. “Mestinya harus seimbang penanganannya. Bagaimanapun juga, anak-anak di sekitar lokalisasi membutuhkan perhatian. Agar mereka bisa menikmati masa anak-anak sesuai usianya.” (fth/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -