“Parkir Bus” Nyaris Bikin Malu PSIS

337

SEMARANG–Drama menegangkan tersaji dalam pertandingan lanjutan Grup 4 kompetisi Divisi Utama 2014 antara PSIS yang menjamu Persiku Kudus di Stadion Jatidiri Semarang, sore kemarin (10/5). PSIS masih mempertahankan rekor selalu menang hingga laga ke enamnya, setelah berhasil mengalahkan Persiku dengan skor tipis 3-2.
Namun tiga poin yang diraih skuad berjuluk Mahesa Jenar kemarin tidak diperoleh dengan mudah. Pertandingan kemarin menjadi laga terberat PSIS dibanding lima pertandingan sebelumnya. PSIS bahkan baru unggul di masa injury time, setelah sebelumnya nyaris dipermalukan Persiku Kudus di hadapan ribuan pendukungnya sendiri. Ronald Fagundez dkk sempat tertinggal 1-2 hingga menit ke-75.
Tampil tanpa striker andalannya Julio Alcorse yang masih terbelit cedera, PSIS tetap memeragakan permainan ofensif. Menumpuk pemain di tengah serta hanya menggantung satu striker yakni Hari Nur Yulianto, PSIS langsung menggebrak pertahanan Persiku sejak menit awal pertandingan. Sementara Persiku memeragakan strategi “parkir bus” alias bertahan total, dan mengandalkan serangan balik.
Menyerang tak kenal lelah dengan tempo cepat, PSIS akhirnya berhasil membongkar pertahanan Persiku. Melalui tendangan bebas menyilang Ronald Fagundez di menit ke 32, disambut heading M Yunus hingga membobol gawang Persiku.
Namun keunggulan PSIS tak bertahan lama. Blunder pemain belakang PSIS Fauzan Fajri di menit ke 35, berhasil dimanfaatkan striker asing Persiku Amadou Gakou. Pemain asal Mali yang tampil impresif ini mampu menyerobot bola yang dimainkan Fauzan di area pertahanan PSIS, selanjutnya Amadou sukses memperdaya kiper Catur Adi Nugroho dengan tendangan kerasnya. Kedudukan 1-1 bertahan hingga jeda pertandingan.
Di babak kedua, PSIS kembali langsung menggebrak dan mengurung pertahanan Persiku yang tampil disiplin. Namun beberapa kali peluang PSIS mentah karena rapatnya pertahanan tim tamu di bawah koordinasi bek asing Syla Mbamba. Gawang Persiku juga tercatat dua kali diselamatkan mistar gawang.
Strategi parkir bus Persiku kembali membuahkan hasil, setelah lewat satu serangan balik, pemain Persiku Agus Riyanto secara mengejutkan mampu membobol gawang PSIS dari sudut yang sangat tipis tanpa mampu dihalau kiper Catur di menit ke-74.
Tertinggal 1-2, mental para pemain PSIS tak surut. Pelatih Eko Riyadi memasukkan wing bek senior Edy Gunawan menggantikan Welly Siagian. Ketenangan dan determinasi Edy membangkitkan semangat para pemain PSIS lainnya. Lewat serangan dari sayap kiri pertahanan lawan, membuat lini pertahanan tim tamu panik. Alhasil, tercipta gol bunuh diri di menit ke 84. Umpan silang Ronald Fagundez gagal diantisipasi pemain belakang Persiku Sugeng Riyadi, dan justru meluncur ke gawangnya sendiri, yang sekaligus membuat skor imbang 2-2.
Setelah skor imbang itu, pertandingan menjadi panas dan keras. Tak jarang kedua pemain nyaris beradu fisik akibat benturan-benturan keras di tengah lapangan. Bahkan penjaga gawang Persiku terkapar tak sadarkan diri setelah berbenturan dengan rekannya sendiri ketika mencoba mempertahankan gawangnya. Kiper Endi Bagus bahkan harus dibawa dengan ambulans ke RS Roemani karena pingsan. Benturan keras yang terjadi di lapangan juga beberapa kali sempat memancing emosi penonton untuk melakukan lemparan botol ke lapangan.
Nah, di babak tambahan waktu 6 menit yang diberikan wasit, PSIS akhirnya menuntaskannya dengan kemenangan. Bermula dari sepak pojok oleh Ronald Fagundez, bek PSIS Fauzan Fajri yang maju hingga ke depan lolos dari kawalan pemain Persiku dan berhasil menyundul bola dengan keras hingga gawang tim tamu yang dijaga kiper pengganti Prahita Dian kembali koyak di menit ke 95. Gol Fauzan ini membayar lunas blundernya hingga tercipta gol pertama Persiku sebelumnya. Skor 3-2 bertahan hingga wasit Choirudin asal Bantul meniupkan peluit panjangnya tanpa laga berakhir.
Ini adalah kemenangan ke enam beruntun PSIS yang sekaligus memantapkan tim polesan pelatih Eko Riyadi ini di puncak klasemen sementara Grup 4 kompetisi kasta kedua di Indonesia ini. Usai laga, pelatih Eko Riyadi mengakui laga versus Persiku kemarin menjadi laga yang paling berat PSIS. “Persiku saya akui mampu tampil luar biasa. tapi anak-anak juga tidak kalah luar biasa. Kami mampu terus tampil fight hingga pertandingan berakhir dan akhirnya kami berhasil menang. Itu buah kerja keras anak-anak,” beber Eko.
Sementara di kubu Persiku, pelatih Agus Riyanto mengakui penampilan apik Junaedi dkk sore kemarin menurutnya buah dari semangat yang ditunjukkan pasukannya sepanjang laga hingga mampu membuat publik tuan rumah cemas.(bas/smu)