Pasar Malam Akhirnya Dibongkar

280

SALATIGA—Polemik penggunaan lapangan Pancasila sebagai area pasar malam akhirnya berakhir. Hal itu seiring pembongkaran oleh pengelola wahana permainan.
Pembongkaran dilakukan setelah ada seruan dari Wali Kota Yuliyanto, yang ditindaklajuti dengan langkah tegas satpol. Pihak penyelenggara dari Semarang, telah menerima surat dari Pemkot. Intinya, pengelola pasar malam diminta segera membongkar.
“Izinnya untuk pameran pendidikan dan produk UMKM, tapi ternyata ada pasar malamnya. Padahal, sesuai aturan, di lapangan Pancasila, tidak diperbolehkan dipakai untuk kegiatan yang sudah ditentukan, yakni untuk kegiatan keagamaan dan upacara,” ujar Kepala Satpol PP, Kusumo Aji.
Aji mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan Cipkataru, terkait penghentian operasi pasar malam di lapangan Pancasila. Hasilnya, kegiatan pasar malam langsung dihentikan.
Sebelum dibongkar, sejumlah wahana permainan sempat dioperasikan. Komidi putar, misalnya, bertarif Rp 7000 per anak. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Sebab, menurut Aji, pihaknya langsung menghentikan. Hal yang sama juga berlaku untuk wahana permainan lainnya.
Terkait pembongkaran, sejumlah perusahaan yang berencana mengisi stan di pameran tersebut, mengaku kecewa dan sempat ragu. “Wah, padahal kita akan partisipasi di sana. Belum tahu, apakah ramai atau tidak nantinya, saya kontak perusahaan yang lain dulu,” ucap salah satu karyawan sebuah diler mobil.
Seperti diberitakan sebelumnya, penggunaan lapangan Pancasila  untuk pasar malam yang dikemas dalam acara Salatiga Fair mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Juga dari sejumlah anggota dewan. Pemanfaatan lapangan di tengah kota disinyalir menyalahi aturan. (sas/isk)