Pasien Antre Pengobatan Gratis Waisak 

382

Ribuan Warga dari Berbagai Daerah

MUNGKID– Pengobatan gratis dalam rangka memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak di komplek Candi Borobudur Kabupaten Magelang setiap tahun selalu dipenuhi pasien. Bahkan, mereka rela antre berjam-jam supaya mendapatakan fasilitas kesehatan gratis.     
Kemarin (11/5) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) memperkirkan ada 8000-10.000 calon pasien yang datang.”Kami berharap bisa mengobati delapan ribu sampai 10 ribu warga Borobudur dan sekitarnya. Pengobatan gratis ini dilakukan secara gotong royong sesama pihak yang ingin beramal,” kata Dewan Pembina Walubi Murdaya Poo, yang juga suami Siti Hartati Murdaya, kemarin.
Menurut Murdaya peserta pengobatan gratis tidak hanya warga Kabupaten Magelang namun juga daerah lainnya. “Tahun lalu ada yang dari Sumatera. Kami tidak memandang agama, semua bisa berobat,” kata dia.     
Untuk menyukseskan progrm ini, Walubi menerjunkan 169 dokter dan 243 paramedis. Tenaga dokter tersebut terdiri dari dokter umum (39), dokter spesialis bedah (19), dokter residen penyakit dalam (4), dokter residen bedah (27), dan dokter spesialis mata (16).     
Selain itu juga dokter gigi (26), dokter spesialis gigi (7), dokter spesialis kandungan (1), spesialis penyakit dalam (1), dokter spesialis THT (1), dokter spesialis anastesi (3), spesialis anak (7), dan dokter residen spesialis mata (18).
Murdaya menambahkan pihaknya bisa melakukan operasi bedah bagi pasien yang membutuhkan. Namun jika ada pasien yang mengalami luka berat maka akan dirujuk ke rumah sakit dengan biaya ditanggung Walubi.     
Walubi sudah bekerja sama dengan TNI AU, TNI AD, RS Sardjito, RST Dr Soedjono, RS Paramita, RS Moestopo, Akper Ngesti Waluyo, Akper Panti Rapih, Nasional University Hospital Singapore, UGM, Spiks Guna Bangsa, Polteks BSI, dan lainnya.       
“Setiap tahunnya kita ingin terus berbagi,” kata dia.  Seperti halnya dengan tema Waisak 2558 BE adalah Kembangkan Brahmavihara untuk Kebahagiaan Semua Makhluk. Untuk itu, Walubi mengajak umat Buddha selalu berpandangan terang dan berpikir luhur.        
Dirjen Binmas Buddha Kementerian Agama drs Dasikin MPd menambahkan kegiatan ini merupakan aplikasi ajaran maitri karuna. Yakni cinta kasih dan belas kasih sesama manusia, tanpa memandang suku dan agama. (vie/lis)