Truk Menyingkir, Rel KA Masuk Pelabuhan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...


KALANGAN DPRD Jateng mendukung upaya pemisahan angkutan barang dengan jalur transportasi umum di Pelabuhan Tanjung Emas. Anggota Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, pengalihan tersebut sudah seharusnya dilakukan.
“Itu salah satu yang saat ini efektif. Namun harus tetap memperhatikan keamanan dan kesesuaian dengan desain tata kota,” tandasnya.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri menambahkan, demi efektifnya pelayanan di Pelabuhan Tanjung Emas, Pemprov harus segera memutuskan metode pengembangan rob yang akan dikerjakan.
“Harus diputuskan secepatnya; apakah memakai sabuk pantai atau giant sea wall. Dicari yang dampak lingkungannya lebih sedikit dan tidak memberatkan keuangan negara serta daerah,” kata politisi PDIP itu.
Menurut Alwin, kalangan dewan belum pernah mendapatkan paparan terkait pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas dari eksekutif. “Itu kan kewenangan pusat, Dinhubkominfo hanya menyediakan lahan. Namun memang banyak pengusaha yang mengeluhkan layanan di Pelabuhan Tanjung Emas tidak maksimal.”
Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jateng Eddy Raharto mengatakan,  rob di Tanjung Emas merupakan persoalan kompleks. Dia berharap, pembenahan yang dilakukan untuk mengatasi rob, tak hanya dilakukan di wilayah pelabuhan saja. Tapi juga akses dari dan ke Tanjung Emas, turut diperbaiki. “Sebaiknya diupayakan bersama dengan stakeholder lain Pemprov dan Pemkot.”
Eddy menilai, upaya yang dilakukan saat ini masih parsial. Salah satunya, meninggikan jalan. Eddy berpendapat, jika hanya kawasan pelabuhan yang dibenahi—namun akses jalan tidak—hal itu akan tetap berpengaruh terhadap kelancaran distribusi barang.
Eddy mendukung pengaktifan kembali jalur rel KA ke Tanjung Emas. “Terkait reaktivasi rel, sebagai eksporter kita mendukung. Upaya ini berdampak pada kelancaran lalu lintas barang.”
Meski begitu, dia berharap tak hanya jalur KA dari stasiun gudang menuju pelabuhan saja yang diaktifkan. Tapi juga angkutan berat melalui rel KA, dapat dimaksimalkan dari wilayah satu ke wilayah lain.

Selama ini, lanjut dia, pelayanan ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Emas belum begitu terganggu. Alasannya, pertumbuhan lalu lintas barangnya belum terlalu signifikan.
“Pelayanannya masih memadai dalam level tertentu. Namun saat musim rob, pernah ada genangan air di lapangan penumpukan kontainer. Ini berpengaruh terhadap isi kontainer.” (ric/isk/cel)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -