37 Siswa Tak Lulus Unas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL—Sebanyak 37 pelajar SMP di Kendal, dipastikan tak lulus ujian nasional (unas) tahun ini. Penyebabnya, mereka tak mengikuti unas susulan yang digelar sejak Senin (12/5) lalu.
Dari 40 siswa yang mangkir pada saat unas 5-7 Mei lalu, hanya 3 siswa saja yang mengikuti ujian susulan. Sisanya mangkir.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kendal, Joko Supratikno, mengatakan, jumlah peserta unas SMP tahun ini 14.461 siswa.
Tertinggi, siswa yang mangkir unas dari MTs Muhammadiyah Ngargosari, Sukorejo, yakni 13 siswa. Sedangkan dari SMP Terbuka Plantungan 15 siswa.  Lainnya, SMP 3 Patean, SMP Terbuka  Pegandon, SMP Azzahro Pegandon, SMP NU Al-Hidayah Kendal dan SMP N I Kaliwungu masing-masing satu orang.
Angka itu masih ditambah dari SMP Terbuka Sukorejo 3 orang. Selain itu, dari MTs Al-Maarif   Huda, MTs Jurang Agung Plantungan dan MTs NU Kangkung I masing-masing satu orang.
“Dari 40 yang mangkir saat unas SMP, hanya tiga yang mengikuti ujian susulan. Lainnya, mengundurkan diri karena keluar sekolah. Kami belum tahu penyebabnya.”
Tingginya angka putus sekolah di Kendal, masih ditambah lagi dengan rendahnya peserta paket B untuk mengikuti ujian.
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Disdik Kendal, Irianto menambahkan, 25 persen peserta ujian paket B mangkir.
Yakni, sebanyak 122 peserta dari jumlah total 488 peserta. Sedangkan  ujian kesetaraan SMP yang digelar pondok pesantren atau Al-Wusto ada 15 peserta dari 330 orang. “Alasan para peserta tidak mengikuti ujian kesetaraan karena alasan kerja.”
Menanggapi tingginya angka putus sekolah di Kendal, Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono mengatakan, yang menjadi kendala dalam proses pendidikan di Kendal adalah sekolah-sekolah terbuka. Sebab, banyak siswanya yang sudah terdaftar unas, tapi ternyata keluar.
“Tapi, kami akan lakukan sebaik mungkin, agar siswa yang tidak mengikuti unas, bisa mengikuti ujian kejar paket B periode II.” (bud/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -