Bangkit Setelah Terpuruk

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KLATEN–Pada era 1980-an, Kecamatan Jatinom, Klaten, terkenal sebagai daerah penghasil jeruk keprok. Namun, pada 1985, serangan hama citrus vein phloem degeneration (CVBD), membuat petani jeruk terpuruk. Empat tahun terakhir, petani di wilayah ini mulai bangkit.
Seperti yang terlihat di Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom petani sudah mulai menikmati jerih payah yang sudah dirintis sejak empat tahun lalu. Tanaman jeruk yang ditanam di ladang mulai berbuah dan siap untuk dipanen.
”Sejak ada serangan hama CVBD, saya sudah empat keempat mencoba untuk menanam pohon jeruk. Namun untuk penanaman yang pertama sampai ketiga hasilnya belum menggembirakan. Banyak tanaman yang tumbuh tidak maksimal karena terjangkit CVBD,” tutur Ngatmo Sunarto, 56, petani Dusun Jurang Boto, Desa Tibayan, kemarin (13/5).
Baru pada pohon yang ditanam kali keempat ini, pertumbuhan pohon mulai menunjukkan hasil yang maksimal. Banyak pohon yang sudah berbuah dan siap dipanen. Di lahan 2.000 meter persegi, dia menanam sekitar 150 pohon.
Pohon tersebut ditanam sejak 2009 silam. Setelah tumbuh sekitar empat tahun, kini pohon jeruk keprok mulai menghasilkan uang. Sudah beberapa kali pohon tersebut berbuah setiap musim jeruk tiba. Bahkan pada musim ini dia sudah berhasil menjual sekitar 2 ton jeruk.
”Dalam sekali musim panen satu pohon jeruk dapat menghasilkan sekitar 50 kilogram jeruk. Saya tidak perlu menjual ke pasar, karena sudah banyak tengkulak yang datang ke ladang untuk membeli jeruk ini,” ungkap dia.
Tanaman jeruk miliknya tidak dipupuk dengan pupuk kimia. Justru pupuk yang digunakan jenis organik berupa kotoran sapi dan air kencing yang sudah disendirikan. Setiap pergi ke sawah dia selalu membawa pupuk untuk disebar ke seluruh tanaman jeruk. (oh/un/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -