Bulog Kembangkan Toko Bahan Pangan

374

SEMARANG – Bulog Divisi Regional Jawa Tengah mengembangkan jaringan distribusi pangan dengan membuka toko-toko yang menjual bahan dan produk pangan termasuk beras. Toko yang diberi nama Usaha Bisnis Bulog Mart (UB-BulogMart) itu dibuka di sejumlah daerah.
Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono mengatakan, tahun lalu telah berdiri 20 toko BulogMart, kemudian di tahun ini akan ditambah lagi sebanyak 31 toko baru. ”Jadi akhir tahun ini ditargetkan kita memiliki total 51 toko yang beroperasi,” ujarnya, kemarin.
Toko-toko tersebut berlokasi di seluruh kantor Perum Bulog Sub Divisi Regional dan beberapa gudang Bulog yang ada di Jateng. Sejumlah produk pangan strategis seperti beras, gula dan minyak goreng dijual pada UB-BulogMart ini.
Beras tentu menjadi salah satu produk pangan yang diunggulkan dengan harga bersaing tersebut. Mulai dari beras kualitas super, premium dengan tingkat harga yang bervariasi. Termasuk juga beberapa produk pangan lainnya. ”Kami mendirikan ini tak semata dari segi bisnis tapi juga untuk melayani masyarakat. Sehingga dari segi harga, kami berani bersaing. Harga yang ditawarkan di bawah grosir dan eceran di pasaran untuk jenis dan kualitas beras yang sama,” ujarnya.
Beberapa spesifikasi beras yang disediakan, dihasilkan dari sejumlah sentra produksi di antaranya beras cap Kitir dari Kabupaten Banyumas, beras Mentik Susu dari Kabupaten Magelang, dan beras Premium Kepala dari Kota Surakarta.
Ia berharap, dengan pengembangan jaringan distribusi pangan tersebut Bulog akan lebih memiliki peran strategis dalam mengamankan harga panen dan pengendali inflasi di daerah. ”Kami juga berupaya mendorong peningkatan produksi pangan lokal di antaranya jagung, kedelai, beras merah, dan daging sapi,” jelasnya.
Selain UB-BulogMart, lanjutnya, kami juga membangun Distribution Centre (DC) di kota gudang Bulog Randugarut II. Peresmian DC ini juga sekaligus penandatangan Mou antara BulogMart dengan Asosiasi Pedagang Mie & Bakso se-Jateng. ”Hal ini sebagai bentuk kerja sama komoditi pangan antara lain minyak goreng, gula pasir dan daging,” imbuhnya. (dna/smu/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.