Ditemukan Warga, Masih 249 Arca Tak Berkepala

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Terpisah Ribuan Tahun Kepala Patung Buddha Disatukan     

Satu per satu kepala Buddha di Candi Borobudur yang terlepas dari badannya mulai disatukan. Kemarin (13/5) satu kepala dikembalikan di badannya usai terpisah ribuan tahun silam.
     
Kepala Buddha yang disatukan berada di lantai satu sisi selatan Candi Borobudur. Penyatuan kepala dilakukan oleh Balai Konservasi Borobudur (BKB) ini harus melewati penelitian selama 1,5 tahun.     
“Kepala ini sebenarnya ditemukan sejak 2010 lalu. Sejak 1,5 tahun terakhir kita lakukan penelitian kecocokan antara kepala dan badan,” kata Kepala BKB Marsis Sutopo, kemarin.       
Kepala arca yang dipasang ini, katanya merupakan temuan Kasri, warga Dusun Mendalan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur saat tengah menggali fondasi rumahnya tahun 2010 lalu. Terdapat dua kepala arca yang serupa dan ditemukan bersamaan.     
Sejak Candi Borobudur pertama kali dipugar pada tahun 1907 hingga sekarang, baru didapatkan dua temuan kepala arca. Dua kepala arca tersebut ditemukan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada tahun 2010.
”Satu kepala sudah dipasang pada tahun 2011 lalu di lantai dinding ketiga. Pemasangan yang kita lakukan sudah dua kali selama lima tahun terakhir,” jelas Marsis.     
Menurut dia, masih ada 191 kepala arca Buddha, bagian dari Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, belum ditemukan. Saat ini, Balai Konservasi Borobudur masih menunggu informasi temuan untuk melengkapi kekurangan ini.
“Mungkin saja kepala arca itu masih terpendam di kawasan sekitar candi atau mungkin sudah berpindah tangan ke pihak lain,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Konservasi Balai Konservasi Borobudur Iskandar M Siregar.     
Selama ini, Iskandar mengatakan, pihaknya beberapa kali mendapatkan informasi tentang adanya kepala arca Buddha di luar negeri. Tahun 2013, Balai Konservasi Borobudur menerima laporan bahwa ada sekitar lima arca Buddha dimiliki oleh seorang kolektor di Paris.       
Namun, laporan ini akhirnya tidak ditindaklanjuti karena dari foto-foto yang dikirimkan, diketahui kepala arca ini memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan kepala arca yang sudah ada di Candi Borobudur.       
“Kepala arca milik kolektor dari Paris tersebut memiliki ciri rambut dan bentuk kepala yang berbeda dengan yang ada di Candi Borobudur,” ujarnya.
Sejumlah pemberitaan di media online menyebutkan beberapa kepala arca Buddha kini juga sudah menjadi koleksi Museum Nasional Bangkok. Kendati demikian, informasi tersebut juga belum ditindaklanjuti.       
Total arca Buddha di Candi Borobudur terdata mencapai 504 arca, dan 248 arca di antaranya kini dalam kondisi tanpa kepala. Saat ini, Balai Konservasi Borobudur masih menyimpan 56 kepala arca, namun belum dipasang karena pasangan badan arca yang tepat untuk masing-masing kepala, belum diketahui.
Choirul Anam, 36, salah seorang warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, mengatakan, banyak benda purbakala saat ini berada di rumah warga di Desa Tanjungsari. Benda-benda tersebut ada yang dibiarkan ada di halaman ataupun di dalam rumah, dan ada pula yang difungsikan sebagai peralatan dapur.
”Beberapa stupa yang ditemukan warga misalnya, akhirnya dilubangi bagian tengahnya, dan akhirnya difungsikan sebagai lumpang (peralatan untuk menumbuk biji-bijian),” ujarnya.       
Anam adalah seorang warga yang melaporkan temuan lima benda purbakala pada tahun 2009. Dua diantaranya adalah kepala arca. Lima benda purbakala tersebut ditemukan warga saat sedang bergotong royong membangun fondasi. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -