Hanya Pindahkan Titik Kemacetan

337

Uji Coba Jalur Satu
Arah di Gombel

 
NGESREP — Pemberlakuan jalur satu arah di Jalan Setiabudi Gombel dan Jalan Gombel Lama, Semarang justru membuat kemacetan semakin parah. Selain itu, langkah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jateng tersebut seakan hanya memindah titik kemacetan yang semula di pintu keluar tol depan Pasar Jatingaleh ke ujung Gombel Lama atau di depan Jalan Ngesrep Barat I.
Dalam uji coba penerapan satu jalur di kawasan Gombel kemarin, sejumlah petugas Dinhubkominfo Jateng dan Dishubkominfo Kota Semarang mulai melakukan penutupan median jalan di pintu keluar tol depan Pasar Jatingaleh, sebelum tanjakan Gombel, serta di mulut Jalan Gombel Lama.
Sejumlah kendaraan yang keluar dari tol Jatingaleh diarahkan untuk belok ke kiri menuju Gombel Baru. Jika ingin ke Semarang bawah, para pengendara harus memutar lewat Jalan Gombel Lama. Akibatnya, terjadi kesemrawutan di titik perputaran tersebut. Apalagi ditambah kendaraan yang dari arah Bukitsari, dan dari arah Banyumanik. Praktis, kemacetan pun tak bisa terelakkan. Sejumlah petugas Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang harus bekerja keras mengurai kemacetan.
Kemacetan juga terjadi di pertigaan Jalan Kesatrian dan Jalan Teuku Umar. Sebab, semua kendaraan dari arah barat Karangrejo (PLN) langsung diarahkan ke kiri, kemudian memutar di pertigaan Jalan Kesatrian. Pertemuan arus kendaraan dari arah Kaliwiru dan Jatingaleh membuat kawasan ini menjadi krodit. Petugas Dishub dan Satlantas pun harus kerja ekstra mengatur pertemuan arus lalu lintas itu agar tidak terjadi kemacetan.
Salah seorang warga, Joko Suyono, 40, mengatakan, uji coba jalur satu arah ini sudah baik meski terjadi kemacetan. Ia mengaku adanya petugas yang siaga di titik krodit sangat membantu mengurai kemacetan. Namun ia tak bisa membayangkan jika tidak ada petugas di lokasi. ”Kalau nanti tidak ada petugas, pasti kemacetan akan semakin parah, dan justru menjadi masalah baru,” katanya.
Keluhan senada disampaikan Tono, 33, warga tak jauh dari mulut Jalan Gombel Lama. Menurutnya, pemberlakuan jalur searah di Gombel itu justru membuat depan rumahnya menjadi macet. ”Biasanya lancar, sekarang depan rumah jadi macet. Jalur searah ini hanya memindah titik kemacetan saja. Mohon untuk dievaluasi,” pintanya.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Kelaikan Kendaraan Dinhubkominfo Jateng, Henggar Budi Anggoro mengatakan, uji coba jalur searah itu akan dilakukan selama tiga hari ke depan. Jika dalam waktu tiga hari tersebut uji coba ini bisa mengurai kemacetan, maka pihaknya akan memermanenkan rambu-rambu serta melengkapi marka jalan yang ada.
Dikatakan, uji coba satu jalur ini merupakan langkah sementara Pemprov Jateng untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan Gombel dan Jatingaleh. ”Sambil menunggu pembangunan jalan underpass Jatingaleh, maka diberlakuan jalan satu arah ini untuk mengatasai kemacetan,” katanya.
Kepala Dinhubkominfo Jateng Urip Sihabudin mengatakan, meski menimbulkan kemacetan di wilayah Gombel, ujicoba jalur searah akan dilanjutkan hari ini. Menurut dia, rekayasa yang dilakukan kemarin belum seluruhnya menggambarkan apakah sistem yang dipakai berhasil mengatasi kemacetan atau tidak. Pasalnya, uji coba baru dimulai sore hari saat jam pulang kantor. “Besok pagi kita akan lihat saat peak hour pas berangkat kerja. Sore kemarin kan selain jam pulang kerja juga ada bubaran penonton PSIS,” ujarnya.
Namun dari evaluasi yang dilakukan, diketahui lalu lintas dari arah Kaliwiru yang dimasukkan ke sisi kiri jalan dekat Jalan Kesatrian masih tersendat. Hal ini dikarenakan ruas jalan kurang lebar. Selain itu juga terjadi kemacetan di kawasan Gombel karena penyempitan dua lajur. Lajur tersebut macet karena dipakai memutar ditambah arus kendaraan dari arah atas. “Kami juga akan evaluasi lebar jalan di Gombel Lama yang memang hanya dua lajur,” katanya.
Terpisah, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Windro Akbar mengatakan, uji coba jalur satu arah hari pertama kemarin relatif lancar. Meski sempat terjadi kepadatan kendaraan terutama dari arah Semarang bawah, menurut Windro, hal itu masih wajar.
”Rencananya, besok (hari ini, Red) akan dicoba satu arah mulai pukul 08.00 sampai 19.00. Ini untuk mengetahui seberapa efektif pemberlakuan jalur satu arah ini saat jam kerja,” ujarnya.
Windro menambahkan, ada beberapa masalah dalam uji coba tersebut. Di antaranya, minimnya rambu lalu lintas. Sehingga banyak masyarakat yang masih belum mengetahui pemberlakuan jalur satu arah tersebut. Dalam uji coba itu, setidaknya 60 personel Satlantas Polrestabes Semarang diterjunkan. ”Ini untuk mengatur arus lalu lintas, sekaligus memberitahu sistem satu arah,” katanya.
Perwira berpangkat melati dua di pundaknya ini mengimbau agar masyarakat lebih waspada. Terlebih ketika melintas di Jalan Gombel Lama yang kondisinya rusak dan menukik. Pihaknya berharap pemkot bisa segera memperbaiki jalan tersebut.
”Jika nanti (jalur satu arah ini) benar-benar diberlakukan harus ditambah rambu, termasuk lampu penerangan di Gombel Lama. Ini untuk keamanan masyarakat di jalan tersebut,” ujarnya. (hid/ric/fth/aro/ce1)