Langganan Jadi Duta

487

MUTIARA Hikma Mahendradatta sudah beberapa kali menyandang predikat sebagai seorang duta. Perempuan 21 tahun ini pernah menjadi runner up Duta Mahasiswa 2012, lalu Duta Peduli Jilbab 2013, Duta Internasional Gerakan ”Beli Indonesia”, serta Duta Perdamaian UNESCO bidang pengentasan kemiskinan tingkat dunia.
”Tentunya menjadi duta tidak mudah, karena setiap organisasi mengangkat seseorang menjadi duta dengan melihat track record dan attitude-nya. Kita harus berlatih komunikasi efektif untuk menyampaikan misi kita kepada masyarakat,” terang Mutia kepada Radar Semarang.
Saat ini, Mutia –sapaan akrabnya— tercatat sebagai mahasiswi jurusan Business Administration di Ajou University Korea Selatan. Sebelumnya, Mutia pernah menjadi mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2011. Namun pada 2013 lalu, ia mendapat beasiswa Global Korea Scholarship di Korea.
Selama kuliah, perempuan asli Semarang ini aktif dalam berbagai kegiatan. Segudang prestasi pun telah diraihnya. Tak heran, jika dirinya kerap dinobatkan sebagai seorang duta.
Meski usianya masih 21 tahun, kemampuan berfikirnya, sudut pandang, serta history kerja keras hidupnya jauh melampaui orang seumurannya. Tak heran jika banyak yang mengira Mutia itu anak Indigo.
”Banyak yang bilang hidup saya penuh dengan percepatan,” kata alumnus kelas akselerasi SMA Negeri 1 Semarang ini.
Berkat menjadi duta internasional, putri pasangan H Akhmad Asyhari Purwanto, SPd dan Dra Hj Aertha, MPd ini bisa keliling dunia. Di saat karirnya yang menanjak cepat itu, Mutia pun memutuskan menikah muda. Ia dipersunting oleh Permata Nur Miftahur Rizki, dan saat ini dirinya tengah mengandung buah hatinya yang pertama.
Ke depan, Mutia ingin bersama suaminya mengembangkan perusahaan animasi yang fokus pada ”revolusi mental” untuk membangun Indonesia nantinya. (mg13/aro/ce1)