Prosedur Harus Diterapkan, Tangani secara Terpadu

335

Geladi Posko Penanganan Bencana Merapi di Magelang

Standart operasional prosedur (SOP) dan operasi penanggulangan bencana kerap tak berjalan begitu bencana benar-benar terjadi. Untuk itu, perlu dilakukan pembiasaan dan latihan rutin.  Salah satunya melalui gladi posko Pamungkas Sakti XLVII TA 2014 yang diselenggarakan oleh Kodim 0705 Magelang.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Gedung Olahraga (GOR) Gemilang Kota Mungkid dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan Pemkab Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, relawan, tim SAR, PMI, dan beberapa instansi lainnya.
“Kegiatan pelatihan geladi posko ini adalah salah satu program tahunan Kodim yang berisi tentang penanganan bencana Merapi,” jelas Komandan Kodim 0705 Magelang, Letkol Kav Adang Sumpena di sela- sela pelatihan.     
Latihan diikuti 64 orang personel TNI. Mereka diharapkan dapat mengerti bagaimana prosedur hubungan antara komandan dan staf dalam rangka penanganan bencana Merapi.
“Mereka juga diharapkan bisa bergabung dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Sehingga ketika bencana benar-benar terjadi di lapangan semua sudah siap,” imbuh Dandim.       
Untuk antisipasi bencana Merapi sendiri, Kodim 0705 Magelang telah menyiapkan pasukan sebanyak 2 SSK atau sebanyak 200 orang personel. Jumlah tersebut termasuk anggota yang berada di masing- masing Koramil di 21 kecamatan di Kabupaten Magelang.       
“Jika jumlah tersebut masih belum mencukupi dan status masih terus berkembang, satuan yang ada di bawah Kodim juga siap membantu di lapangan. Mereka akan ditempatkan di tiga titik, yakni di pos BPBD, posko lapangan di Salam dan Muntilan,” terang Dandim.       
Sementara itu, pimpinan latihan, Letkol Inf Danny Racka menjelaskan gladi posko yang merupakan pelatihan penanggulangan bencana Merapi masuk dalam operasi militer selain perang.
“Diharapkan setelah ikut dalam pelatihan ini, semua komponen yang terlibat bisa menyosialisasikan bagaimana kondisi terakhir di wilayah Merapi. Ke depan, TNI tidak bisa sendiri dalam melakukan penanggulangan bencana, namun bersama- sama dengan masyarakat dan pemda,” kata Danny. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.