Proyek Pasar Bulu Molor Lagi

330

Baru Masuk Proses Lelang

BALAI KOTA — Perkembangan proyek pembangunan Pasar Bulu sampai saat ini belum menunjukkan hasil signifikan. Lambannya penyelesaian menjadi perhatian Wali Kota Semarang. Di sejumlah kesempatan wali kota terus menyinggung sejumlah program pembangunan yang dianggap lamban, salah satunya Pasar Bulu. Hingga pertengahan tahun ini belum ada perubahan fisik bangunan.
Tak hanya wali kota, kalangan dewan pun menyoal lambannya proses akhir Pasar Bulu. Komisi B menyayangkan Dinas Pasar tidak bisa bergerak cepat menyelesaikan pembangunan pasar yang sudah berjalan selama dua tahun ini. ”Dulu saat rapat pembahasan bersama Dinas Pasar yang saat itu dikepalai Pak Nugroho, proses finishing ditarget selesai Agustus, sehingga bulan September pedagang bisa masuk. Tapi kenyataannya, sampai sekarang saja lelang belum selesai,” terang anggota Komisi B Danur Rispriyanto, Selasa (13/5).
Menurutnya, sejak Januari, APBD sudah berjalan dan bisa digunakan. Sementara hingga akhir semester pertama ini, proses lelang pun belum selesai. ”Kenapa baru sekarang masuk lelang. Perencanaannya lamban sekali, padahal proyek ini tinggal melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaan yang lama,” katanya.
Legislator dari Partai Demokrat ini berharap Dinas Pasar bisa menjalankan komitmen yang dulu pernah dilontarkan saat rapat bersama Komisi B. ”Kami tetap menagih janji dari Dinas Pasar. Kenapa sampai saat ini masih tertunda? Ada apa sebenarnya? Kami masih berharap juga bulan September pedagang bisa masuk,” tandasnya.
Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto mengatakan, persiapan penyelesaian pembangunan Pasar Bulu saat ini masih dalam tahap lelang. Diakuinya, lelang baru masuk bulan Mei ini, karena pemberkasan perencanaan pembangunan baru selesai. ”Kemarin masih ada yang belum selesai, jadi bulan ini baru masuk proses lelang. Semoga proses lelangnya lancar, sehingga bisa segera dikerjakan,” terangnya.
Berdasar jadwal, proses finishing Pasar Bulu memakan waktu lima bulan atau hingga akhir Oktober. Ia optimistis penyelesaian bisa tepat waktu. ”Perkiraan kami proses finishing selesai bulan Oktober, setelah diresmikan, kemungkinan pedagang baru bisa masuk bulan November,” tandasnya.
Sebelumnya Dinas Pasar menargetkan pada April proses finishing sudah bisa dikerjakan dan September pedagang bisa masuk. Namun pada kenyataannya molor kembali. Program pembangunan Pasar Bulu ini sudah berlangsung sejak dua tahun silam tapi hingga kini belum juga selesai. Pasalnya, dalam pengerjaan tahap I, kontraktor gagal menyelesaikan pembangunan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sementara dalam proses finishing Pasar Bulu tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5,7 miliar. Pengerjaan yang meliputi pembutan pagar, pemasangan keramik lantai dan landscape. (zal/ton/ce1)