PT KAI Diminta Benahi Stasiun

303

SEMARANG – Jawa Tengah masih membutuhkan stasiun barang, menyusul adanya proyek rel jalur ganda (double track).
Tanpa stasiun barang, kereta api tidak bisa mengangkut hasil industri dari provinsi ini. Untuk itu, PT KAI diminta membenahi stasiun, sehingga mampu mengakomodasi kepentingan bisnis.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono SH saat diskusi interaktif DPRD Kota Semarang, bertema Plus Minus Double Track, kemarin. Menurut Wiwin, pihaknya mendukung penuh pengoperasian rel ganda KA. Sebab, bisa mengurangi beban jalan raya.
”Selama ini, angkutan barang dan jasa beban terbesar ada di jalan raya, khususnya jalur pantura sehingga beban jalan raya sangat berat. Ini mengakibatkan jalan cepat rusak dan tentu saja butuh biaya besar,” beber Wiwin Subiyono.
Dengan pengoperasian double track, maka perjalanan kereta api makin banyak, sehingga pengiriman barang semakin lancar.
Hanya saja, agar pengusaha mau mengalihkan moda truk dengan kereta api, maka butuh pembenahan. Utamanya, stasiun KA, sehingga bisa memperlancar kegiatan bongkar muat barang.
”Pengusaha tentu mau pindah moda menggunakan kereta api, asalkan lebih menguntungkan. Untuk itu, harus ada pembenahan stasiun,” tegasnya.
Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) daerah operasional IV Semarang, Wawan Aryanto mengatakan, untuk pemberangkatan dari Jawa Tengah, pihaknya belum bisa banyak melayani pengangkutan barang. Sebab, stasiun barangnya belum ada.
”Kalau kedatangan kami bisa, yaitu pengangkutan semen, kami turunkan di Stasiun KA Poncol Semarang.”
Wawan mengatakan, dengan adanya double track dan rencana re-aktivasi jalur pelabuhan Semarang, pihaknya akan kembali mengoperasikan stasiun gudang di Kelurahan Tanjung Mas.
Stasiun ini, dulu difungsikan sebagai stasiun barang. Tapi, karena sering terendam rob, maka ditutup. ”Rencana akan kami aktifkan kembali, perencanaannya sudah ada.”
Wawan menambahkan, sejumlah stasiun yang juga akan diaktifkan sebagai stasiun barang adalah Alas Tuo, sisi timur Stasiun Poncol Semarang, Brumbung Mranggen, Cepu, Bonjonegoro. ”Tidak menutup kemungkinan di Kendal dan Weleri juga bisa dikembangkan menjadi stasiun barang, karena di sana juga banyak industri,” kata dia.
Di dekat Stasiun Alas Tuo, saat ini ada lahan seluas 3,5 hektare yang tidak difungsikan. Nah, lahan itulah yang akan dipakai sebagai stasiun barang.
Untuk itu, pihaknya perlu duduk bersama dengan Pemkot. Sebab, akses jalan menuju stasiun tersebut belum memungkinkan di lintasi kendaraan-kendaraan besar. ”Sehingga kami juga butuh dukungan Pemkot Semarang.”
Menurut Wawan, jalur kereta Jakarta-Surabaya kini dilintasi sekitar 92 kereta api per hari. Dari jumlah itu, 28 di antaranya merupakan KA barang. Per KA barang memuat sekitar 40 kontainer. Artinya, setiap hari, PT KAI mengangkut sekitar 1.000 kontainer. ”Kalau lewat jalan raya ya menggunakan 1.000 truk.”
Wakil Ketua Kadin Jateng Didik Sukmono mengakui, operasionalisasi jalur ganda, mendukung investasi di Jateng. Tapi, ketika fasilitas tidak memadai, maka akan tidak menarik bagi sektor industri di provinsi ini. Tak pelak, industri tetap menggunakan jalan raya untuk mendistribusikan hasil produksinya. (sgt/isk/ce1)