Relawan Cabuti Paku di Pohon

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN- Ratusan relawan dari Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarelawan (KSR) serta personel Markas PMI Kabupaten Semarang, Senin (12/5) pagi menggelar aksi cabut paku. Mereka mencabuti paku-paku bekas pemasangan baliho partai dan poster lainnya yang menancap di pepohonan. Aksi peduli lingkungan tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan 151 tahun Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Sedunia yang digelar PMI Kabupaten Semarang. 
Ratusan relawan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan berbekal sejumlah alat seperti linggis, tang dan catut. Mereka kemudian bergerak mulai dari Alun-alun Bung Karno – Jalan Mayjen Sutoyo – Jalan Ahmad Yani dan finish di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang. Hasilnya sebanyak 5 kilogram paku berhasil dicabut dari sejumlah lokasi tersebut.
Menurut Kepala Markas PMI Kabupaten Semarang Faturrahman, pencabutan paku ini sebagai kampanye penyelamatan lingkungan, utamanya menjaga agar pohon tidak mati. “Kalau untuk membersihkan seluruhnya tidak bisa karena butuh waktu dan tenaga. Paling tidak aksi ini upaya pembelajaran untuk masyarakat,” ungkapnya.
Dalam aksi tersebut, para relawan membiarkan reklame yang masih terpasang di pohon. Sebab mereka khawatir jika mencabut akan bermasalah, sebab pencopotan reklame adalah kewenangan Satpol PP. “Satpol PP saja membiarkan, apalagi kita. Jadi memang kami ini hanya mencabut pakunya saja,” tuturnya.
Sementara itu para peserta aksi cabut paku penyelamatan pohon mengaku kesulitan saat mencabuti paku tersebut. Kendati sulit dicabut, para relawan tetap melakukan usaha pencabutan. “Sekalipun susah tetap kami cabut. Sehingga tidak mengganggu lingkungan,” tutur Akbar Adi, 16, pelajar yang tergabung dalam PMR SMA Islam Sudirman, Ambarawa. (tyo/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -