Semarang Masih Minim Pialang Saham

332

SEMARANG – Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) atau yang lebih dikenal sebagai pialang saham masih minim di Kota Semarang. Masih belum sebanding dengan pertumbuhan ekonomi Semarang yang bergerak positif.
Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal PIPM Semarang, Stefanus Cahyanto mengatakan bahwa tiap cabang perusahaan sekuritas idealnya minimal memiliki satu pialang saham. Dan cabang-cabang perusahaan sekuritas di Semarang telah memenuhi hal tersebut. ”Kalau di Semarang memang tiap-tiap cabang sudah memiliki minimal satu pialang saham,” ujarnya, kemarin (13/5).
Kendati demikian, ia menilai Kota Semarang yang cukup berkembang, prospek para pemilik modal untuk berinvestasi terbilang besar. Karena itulah, kota ini masih diperlukan banyak WPPE.
”Peluang pasar modal di Semarang saat ini cukup baik. Dengan lebih banyak pialang saham, peluang untuk menggaet investor juga lebih besar,” ungkapnya.
Meski peluang sebagai WPPE di kota ini terbilang cukup besar, lanjutnya, tapi penambahannya juga susah-susah gampang. Salah satunya disebabkan para pialang saham harus memiliki izin sebelum turun ke lapangan.
”Memang izin ini bagus, agar mereka benar-benar bersaing dan memenuhi standar. Tapi sayangnya dari tiap kali ujian, yang lolos tidak lebih dari 50 persen. Jadi penambahannya paling sedikit, sehingga perlu ditambah lagi,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, adanya pandangan masyarakat bahwa berkarir di dunia sekuritas terbilang kurang menjanjikan. Sehingga sulit menjaring pialang-pialang saham baru. Padahal, lanjutnya, bila paham dan menguasai, juga tak kalah dengan profesi lain.
”Saya akui bidang ini kurang diminati. Kalau di job fair para fresh graduate biasanya lebih memilih bidang lain terlebih dahulu. Sedangkan daftar di bidang ini, hanya sekadar tambah-tambah saja. Harapan saya, lebih banyak lagi yang terjun ke bidang ini, sehingga bisa lebih banyak investor yang digaet,” tandasnya. (dna/ida/ce1)