Siswi SMP Dicabuli Tetangga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KARANGAYU — Lagi, kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Kota Semarang. Kali ini, dilakukan Kumani, 48, warga Semarang Barat. Ia nekat mencabuli tetangganya sendiri, Ms, 13, yang masih duduk di bangku SMP. Ironisnya, pencabulan tersebut dilakukan di rumah korban saat ayahnya tertidur.
Aksi bejat itu dilakukan pelaku Sabtu (3/5) sekitar pukul 22.00 lalu. Sebelum kejadian, pelaku sempat menonton bola di televisi bersama ayah korban. Di sela itu, pelaku merayu korban ketika sang ayah sudah tertidur. ”Saya kasih uang Rp 10 ribu untuk membeli bakso. Sudah lama kenal dengan dia (korban), karena masih tetangga,” kata Kumani kepada Radar Semarang.
Saat ayah korban tertidur, pelaku langsung masuk ke kamar Ms. Dengan cepat pelaku mencabuli dan membelai-belai korban. Korban sempat berontak. Namun pelaku dengan sigap membekapnya. Saat tidak berdaya itulah korban dicabuli. ”Saya cuma mencium dan meraba saja. Tidak sampai masuk (berhubungan intim, Red),” kilahnya.
Kumani mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena sudah tiga tahun pisah ranjang dengan istrinya. Untuk membujuk korban, ia menjanjikan akan menikahi dan memberinya uang saku. ”Kadang saya kasih Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” katanya.
Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana mengatakan, saat mencabuli, tersangka menjanjikan akan menikahi korban. ”Pengakuannya baru pertama kali. Tapi masih kami kembangkan,” ujarnya.
Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. ”Tersangka dalam pengakuan hanya meraba. Tetapi tetap dijerat undang-undang perlindungan anak, karena korban di bawah umur,” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat AKP Budi meminta para orang tua lebih waspada dalam mengawasi anak gadisnya. Jangan sampai anak terlibat dalam pergaulan bebas maupun menjadi korban kekerasan seksual. ”Pergaulan anak-anak harus lebih diawasi,” pesan AKP Budi. (fth/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -