Siswi SMP Dinodai Tiga Pemuda

383

Dicekoki Miras,
Direkam HP

BARUSARI — Aksi pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur semakin marak. Selain dialami A, 13, ABG yang nyaris digilir oleh 12 pelaku di lapangan 25, tak jauh dari SMA Negeri 14 Semarang, Rabu (7/5) tengah malam lalu, kejadian serupa juga dialami Vt, 14, warga Tembalang. Siswi SMP ini digilir secara bergantian oleh tiga pelaku. Ironisnya, sebelum dinodai ramai-ramai, korban sempat diajak karaoke dan dicekoki minuman keras jenis ciu.
Selang hampir dua bulan setelah kejadian, aparat Reskrim Polsek Tembalang berhasil menangkap dua dari tiga pelaku. Yakni, Joko Cahyono, 29, dan Sadar Pribadi, 25, keduanya warga Sendangguwo, Tembalang. Sedangkan seorang pelaku, Ciung, 18, warga Tandang, Tembalang masih dalam pengejaran petugas.
Informasi yang diperoleh Radar Semarang menyebutkan, tindakan asusila itu dialami korban di sebuah kamar di daerah Tembalang, tempat kedua pelaku bekerja, Senin (17/3) lalu. Kejadiannya bermula ketika korban mendapat SMS dari rekannya, Eva, untuk diajak karaoke di Locus Gayamsari. Korban lantas menjemput Eva, dan keduanya berangkat ke rumah Sadar Pribadi.
”Saya kenalnya sama Eva, tidak kenal dengan korban. Saat mereka datang di rumah ada dua teman (pelaku lain, Red),” kata tersangka Sadar.
Dengan mengendarai motor, kelimanya berangkat karaoke sekitar pukul 19.00. Sampai lokasi, mereka asyik bernyanyi dan menenggak miras jenis ciu. Saat dalam kondisi mabuk itulah korban dibawa ke sebuah kamar di daerah Tembalang, tempat Sadar dan Joko bekerja. Di dalam kamar, dalam kondisi masih tidak sadar, semua baju korban dilucuti.
”Di sana korban kami gilir tiga orang secara bergantian. Ada juga yang sempat merekam adegan itu,” ujar pria yang bekerja sebagai tukang sablon ini.
Joko mengaku yang kali pertama melakukan pemerkosaan terhadap korban. Menyusul Sadar Pribadi dan Ciyung. Aksi bejat itu dilakukan saat korban masih dalam kondisi teler. ”Kami sempat minum ciu sampai mabuk. Eva hanya di lokasi,” tambah Sadar.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, kedua pelaku ditangkap di Klaten dan Boyolali. Dua tukang sablon tersebut sudah merencanakan aksi bejatnya tersebut. Sebab, sebelum beraksi, mereka sudah menyiapkan miras. ”Korban sebenarnya tidak kenal pelaku. Ia hanya diajak temannya Eva,” katanya didampingi Kapolsek Tembalang, Kompol Wahyu BN Adhi.
Djihartono menambahkan, masih mencari rekaman adegan pemerkosaan itu. Karena ada indikasi jika pelaku sempat merekam adegan tersebut. Selain itu, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain, yakni Ciung.
”Tersangka akan kami jerat UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya.
Kapolrestabes mengimbau para orang tua lebih waspada dalam mengawasi sang anak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang tidak diinginkan. Pihaknya juga terus melakukan sosialiasi untuk menekan angka kejahatan kepada anak-anak di bawah umur. ”Kami akan menindak tegas pelaku asusila. Orang tua harus lebih waspada,” katanya. (fth/aro/ce1)