Tak Puas, Ajukan Gugatan ke MK

400

50 Caleg Terpilih
Diumumkan

SEKAYU — Tingkat partisipasi pemilih di Kota Semarang mengalami peningkatan cukup tinggi hingga 14 persen pada penyelenggaraan pemilu legislatif (pileg) 2014 ini. Pada tahun ini, partisipasinya mencapai 75,12 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pemilu gubernur 2013 lalu yang hanya 61,45 persen. Bahkan, lebih tinggi dibandingkan dengan pileg 2009 lalu sebesar 70 persen.
”Kami bersyukur karena pelaksanan pemilu legislatif tahun ini berjalan baik, disertai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat menjadi pemilih,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono di sela penetapan perolehan suara sah partai politik dan calon anggota DPRD Kota Semarang terpilih hasil pileg 2014 di Hotel Dafam Semarang, kemarin (12/5). Rapat pleno terbuka yang dihadiri seluruh pimpinan parpol, saksi, serta Wali Kota Hendrar Prihadi, dan Muspida Kota Semarang tersebut berjalan relatif lancar.
Henry mengatakan, partisipasi masyarakat Kota Semarang sebagai peserta pemilu melebihi target yang telah ditetapkan, yakni 70 persen dari daftar pemilih tetap sekitar 1.101.290 jiwa. Secara umum, katanya, penyelenggaraan pemilu juga berlangsung dengan baik dan semua caleg yang menang maupun kalah bisa menjaga diri.
Dari penetapan suara parpol dan calon anggota dewan terpilih, kata Henry, tercatat dari 50 kursi yang ada di DPRD Kota Semarang periode 2009 – 2014, ini tersisa 20 figur incumbent atau petahana yang terpilih kembali sebagai legislator. Sebanyak 30 kursi dewan lagi bakal diisi oleh wajah baru. Di antara nama-nama caleg petahana yang terpilih kembali, yakni Supriyadi, Hanik Khoiru Sholikah (PDI Perjuangan), Wisnu Pudjonggo, Ery Sadewo (Golkar), Ari Purbono, Agung Budi Margono (Partai Keadilan Sejahtera), Anang Budi Utomo (Golkar), dan lainnya.
Dia menyebutkan, PDIP mendapatkan kursi terbanyak, yakni 15 kursi. Disusul Gerindra dengan 7 kursi, kemudian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat sama-sama mendapat 6 kursi. Partai Golkar, kata dia, mendapatkan 5 kursi, sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) sama-sama mendapatkan sebanyak 4 kursi. ”Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan sebanyak dua kursi, dan terakhir Partai Nasdem mendapatkan satu kursi. PBB dan PKPI tidak mendapatkan kusi,” katanya.
Henry menjelaskan, nama-nama caleg terpilih itu akan disampaikan kepada parpol dan caleg yang bersangkutan. Selanjutnya, kata dia, bagi yang merasa tidak puas terhadap hasil yang ditetapkan KPU Kota Semarang tersebut bisa mengajukan keberatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). ”Bagi yang mungkin merasa tidak puas, apa selisih suara, hasil, dan sebagainya bisa mengajukan sengketa ke MK,” katanya.
Jika tidak ada yang menggugat maka berarti seluruh tahapan pileg 2014 ini akan dinyatakan selesai. Setelahnya akan menjadi ranah Sekretariat DPRD Kota Semarang untuk melaksanakan pelantikan calon anggota dewan terpilih tersebut. Pelantikan harus dilakukan maksimal 14 hari setelah penetapan calon anggota dewan terpilih. ”Kami berharap tidak ada gugatan. Tetapi, kami sebagai lembaga penyelenggara pemilu siap menghadapi seandainya ada gugatan,” tegas Henry.
Calon anggota dewan yang terpilih, tambahnya, masih ada kemungkinan tidak bisa dilantik jika bersangkutan meninggal dunia atau berhalangan tetap. Posisinya sesuai dengan Surat Edaran Nomor 420 KPU akan dilakukan pergantian antarwaktu (PAW) dengan mempertimbangkan perolehan suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan dan partai  yang sama.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap anggota DPRD yang baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerjanya di lembaga legislatif. Karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan bersama ekskutif pada 2014 ini. ”Apa yang kita lakukan bersama anggota DPRD selama ini sudah terlaksana dengan baik. Mudah-mudahan dengan pergatian dewan ini, karena sebagian besar merupakan wajah baru, bisa segera menuntaskan proses adaptasinya. Sehingga kemitraan yang sudah baik ini tetap terjaga. Dan PR-PR yang belum terselesaikan bisa segera dituntaskan,” ujar wali kota.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Semarang ini berharap para wakil rakyat bisa amanah menjalankan pekerjaan dan sesuai dengan apa yang telah dikampanyekan. ”Janji-janji kampanyenya tolong segera dipenuhi agar masyarakat lebih percaya kepada wakilnya,” tandas pejabat yang akrab disapa Hendi ini.
Wali kota juga mengapresiasi para pemilih di Kota Semarang yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pileg dengan tertib dan kondusif. Indikasi kecurangan juga telah dijawab dengan lugas dan tepat oleh pihak penyelenggara pemilu Kota Semarang. ”Kalau melihat tingkat partisipasinya, sudah sesuai dengan target. Mudah-mudahan hasil pileg ini bisa menjadi pembelajaran teman-teman penyelenggara pemilu  menghadapi pilpres 9 Juli mendatang,” harapnya.
Hendi yang juga Ketua DPC PDIP Kota Semarang ini menyatakan, pencapaian kursi partainya di gedung parlemen Kota Semarang memang melebihi pileg pada periode sebelumnya. Pada 2009, partai berlambang banteng moncong putih ini hanya memperoleh 9 kursi. Tahun ini naik sekitar 66 persen menjadi 15 kursi.
”Ada 15 nama yang masuk dalam DPRD kota, lebih tinggi dari tahun 2009 yang saat itu hanya 9 kursi. Kami berterima kasih atas partisipasi masyarakat yang masih memercayakan aspirasinya melalui PDIP. Saya akan terus menekankan kepada para wakil rakyat agar tetap amanah dalam bekerja dan sebisa mungkin merealisasikan janji kampanyenya,” tandas Hendi.
Kandidat Pimwan
Disinggung kandidat yang mengisi kursi ketua DPRD, Hendi mengaku sampai saat ini belum membahas hal tersebut. Pihaknya masih menunggu arahan dari pusat. ”Kandidat ketua dewan (pimwan) masih belum dibahas. Kita ada ketentuan dari partai, baik di tingkat Jateng maupun pusat. Regulasi dan ketentuan seperti apa itu yang menjadi rujukan kita untuk menentukan pimpinan DPRD nanti,” katanya.
Meski begitu, sudah mengerucut dua nama yang nantinya akan mengisi posisi ketua dewan, yakni Supriyadi selaku Sekretaris DPC, dan Kadarlusman yang memiliki suara terbanyak, yakni mencapai 10 ribu suara. Sedangkan posisi wakil DPRD akan diisi figur dewan dari partai Gerindra yang mendapatkan 7 kursi, serta Demokrat dan PKS masing-masing 6 kursi.
Ketua DPC Gerindra Kota Semarang Suharyanto mengatakan, nantinya akan ada penilaian dari DPW Gerindra Jateng dan DPP untuk menentukan siapa yang dipilih menjadi pimpinan dewan mewakili Gerindra.
”Kita masih menunggu keputusan itu, mungkin setelah pilpres. Gerindra Kota Semarang mengucapkan terima kasih pada seluruh warga Semarang yang telah memberi kepercayaan pada Gerindra sehingga masuk menjadi nomor dua dan memperoleh 7 kursi,” katanya.
Di antara kandidat yang ada, nama Hermawan Sulis menjadi kandidat terkuat mengisi posisi wakil ketua dewan.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Semarang Wahyu ”Liluk” Winarto juga mengatakan hal senada. Pihaknya masih akan menunggu arahan dari pengurus partai yang ada di atasnya. Seperti diketahui partai berlambang bintang mercy ini mendapat 6 kursi di DPRD Kota Semarang. Sehingga masih memegang satu kursi wakil ketua DPRD. ”Untuk menetapkan wakil ketua juga ada tim dari DPD, kita nunggu dari arahan DPD dan DPP,” katanya.
Disinggung kandidat yang akan diajukan, Liluk, sapaan akrabnya, menjawab diplomatis. Semua bisa berpeluang. ”Saya kira kalau kerjanya bagus semua bisa berpeluang (menduduki posisi wakil ketua),” imbuhnya.
Namun berdasarkan pengalaman di lembaga legislatif, nama Wiwin Subiyono (saat ini menjabat Ketua DPRD) dan Danur Rispriyanto (Ketua Fraksi Demokrat), menjadi kandidat terkuat.
Sedangkan untuk PKS juga belum memberikan kepastian terkait siapa yang nanti direkomendasikan untuk menjadi Wakil Ketua DPRD Kota. Informasi dari internal partai, ada beberapa kandidat calon. Di antaranya, Agung Budi Margono (Ketua DPD PKS Kota Semarang yang juga Wakil Ketua Komisi C), Imam Marzuki (Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Semarang), dan satu lagi Agus Riyanto Slamet (Korwil Dapil I Jateng). (zal/jpnn/aro/ce1)