Tiga Warga Nigeria Dideportasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN — Pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA), masih terkendala sejumlah masalah. Seperti kurangnya sumber daya manusia, anggaran, serta tidak sinkronnya data di sejumlah instansi terkait.
Kendati demikian, pengawasan orang asing di Kabupaten Semarang, terus diperketat. Bahkan, per Mei 2014, sudah ada 3 warga negara Nigeria yang dideportasi. Mereka melanggar aturan keimigrasian.
Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Semarang, Purbatinhadi, mengatakan, pengawasan terhadap WNA butuh koordinasi antar-semua pihak.
Sebab, instansi di daerah seperti Kesbangpol tidak bisa melakukan tindakan. Kewenangan penindakan berada di tangan Imigrasi.
Meski begitu, Kesbangpol memiliki kewenangan mendata serta mengawasi. Selain itu, pengawasan juga terkendala data warga negara asing yang tidak bisa dilihat secara online.
”Data WNA kita tidak pegang, bahkan kita cek secara online tidak bisa. Bagaimana kita bisa mengawasi, karena kita tidak tahu datanya. Tapi kita tetap memantau di lapangan dan menerima informasi masyarakat. Koordinasi antar-instansi terkait memang diperlukan,” tutur Purbatinhadi, kemarin.
Menurut dia, pengawasan terhadap WNA harus rutin dilakukan. Sebab, di Kabupaten Semarang banyak industri dan sekolah. Juga rumah sakit yang mempekerjakan tenaga kerja asing.
Semestinya, menurut Purbatin, WNA atau pihak yang mempekerjakan, harus kooperatif melapor ke Kesbangpol, kepolisian, serta Dinas Tenaga Kerja.
Staf TU Kesbangpol, Adi Kencana, menambahkan, jumlah WNA yang masuk di Kabupaten Semarang termasuk tinggi.
Pada 2013, ada 88 orang WNA yang terdaftar. Hanya saja, jumlah WNA yang melapor dengan kondisi di lapangan, jumlahnya tidak sama. Mereka yang datang dan melapor ke Kesbangpol, WNA yang datang sebagai tenaga kerja.
”Pada 2013, WNA yang melapor 88 orang, kondisi riil-nya di lapangan 132 orang WNA. Lalu yang kembali melapor pada 2014 ada 24 orang. Sedangkan yang tidak melapor 64 orang. Untuk 2014 per Mei, WNA baru yang sudah melapor ada 10 orang,” kata Adi.

Adi menambahkan, masalah WNA sebenarnya telah diatur dalam Permendagri No 49 tahun 2010. WNA diwajibkan melapor ke kantor Dinas Tenaga Kerja, Kepolisian dan Kesbangpol setempat dengan menunjukkan dokumen keimigrasian. (tyo/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -