Warga Boleh Meladang di Ketinggian

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BOYOLALI–Meski aktivitas pendakian ke puncak Merapi ditutup total, namun warga setempat tetap diperbolehkan meladang. Sebab, di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih terdapat ladang dan areal pertanian warga. Namun demikian, warga tetap diminta ekstrawaspada saat meladang atau mencari rumput di ketinggian tersebut.
Selain itu, warga diminta hanya naik sampai ke ladang dan tidak boleh naik lebih tinggi lagi. ”Kami sudah mengecek ke atas. Warga memang masih ada yang naik ke atas hanya untuk meladang dan mencari rumput pakan sapi. Selama hanya aktivitas meladang, ya boleh saja,” ungkap Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional (BTNGM) Suwigya, kemarin (12/5).
Diakui, tidak ada batasan jarak aman aktivitas warga untuk meladang. Sebab, selepas pos New Selo masih banyak lahan pertanian milik warga. Namun juga belum masuk kawasan BTNGM. Pihaknya meminta kepada warga, untuk tidak naik ke Merapi melebihi ketinggian dari ladang atau lahan pertanian miliknya.
Pasalnya, ketinggian di atas lebih dari 2.000 mdpl dinilai berbahaya. Apalagi kini Merapi sudah dinyatakan level II atau waspada. ”Secara umum, meski sudah level waspada, aktivitas meladang warga tidak terlalu terpengaruh. Aktivitas menanam dan panen sayur juga masih berlangsung seperti biasanya,” tambah dia.
Sementara, sejak ditutupnya aktivitas pendakian ke Merapi beberapa waktu lalu, hingga kemarin tidak ada pendaki yang nekat ke Merapi. Seluruh pendakian dialihkan ke Gunung Merbabu lantaran dinilai lebih aman. Bahkan warga setempat yang sering menjadi guide, juga tidak berani mengantarkan pendaki asing ke puncak Merapi.
Di sisi lain, jajaran Polsek Selo secara intensif terus patroli pascakenaikan status Merapi menjadi waspada. Petugas juga melakukan pemetaan dusun yang berada di kawasan rawan bencana (KRB). Utamanya di KRB II dan III. ”Termasuk patroli di jalur pendakian ke Merapi,” jelas Kanit Sabara Aiptu Tri Prahasto mewakili Kapolsek Selo AKP Suparma.
Belakangan ini, lanjut dia, warga yang tinggal di dusun terdekat puncak Merapi sering mendengar air mendidih. Namun warga menilai sudah paham bahwa hal itu aktivitas rutin Merapi. Jika puncak Merapi tidak berasap, mereka sudah malah lebih ekstrawaspada. (wo/un/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -