35 Papan Nama Akan Dibongkar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Menunggak Bayar Sewa Lahan

BRUMBUNGAN — Sebanyak 35 papan nama minimarket terancam dibongkar Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang. Pembongkaran ini terkait dengan tunggakan retribusi sewa lahan yang belum dibayar. Pemkot mengklaim sudah mengirimkan surat teguran hingga tiga kali namun tidak digubris. Tindakan pembongkaran papan nama sudah dilakukan petugas PJPR pada sebuah minimarket di Jalan DI Panjaitan, kawasan Kampung Kali, Rabu (14/5).
”Eksekusi billboard minimarket ini kami lakukan sebagai shock therapy agar 34 minimarket lainnya kooperatif membayar tunggakan retribusi sewa lahan. Kami sudah melakukan tindakan persuasif dengan mengirimkan surat peringatan hingga tiga kali tapi sampai detik ini juga tidak ada tanggapan. Terpaksa kami ambil tindakan tegas,” ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang Anton Siswartono di sela pembongkaran.
Anton menjelaskan, minimarket tersebut telah menunggak pembayaran retribusi sewa lahan sejak Maret 2014. Sebelum dibongkar, pihaknya juga telah bertindak keras, yakni menutup papan nama tersebut. Tapi pemilik tidak juga proaktif menyelesaikan tunggakan retribusi. ”Sampai kami tutup juga tidak ada reaksi. Hingga satu minggu setelah penutupan juga tidak ada reaksi dari pemilik. Akhirnya kami mengambil tindakan lebih tegas dengan membongkar billboard,” tegas Anton.
Minimarket yang menunggak sewa lahan itu keberadaannya menyebar di 16 kecamatan. Semuanya sudah diperingatkan. ”Dari jumlah minimarket yang menunggak, baru sekitar lima minimarket yang kami tutup billboard-nya. Kami masih memberi toleransi hingga satu minggu ke depan. Kalau tidak ada respons, kami akan tindak juga,” tandasnya.
Dia menambahkan, penertiban tersebut berdasar Perda Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Reklame. Ada tiga lokasi yang dikenakan pajak dan retribusi. Yakni jalan kota, provinsi dan nasional. Papan nama yang berada di jalan kota wajib membayar retribusi sewa dan pajak, sementara yang jalan provinsi dan nasional cukup bayar pajak dan uang jaminan bongkar. ”Materi billboard ini untuk sementara kami simpan di pemkot bagian PJPR, nanti setelah pemiliknya sudah bisa menunjukkan izin, kami kembalikan,” ujarnya. (zal/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -