Anggaran Dipangkas Rp 1 Miliar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KLATEN–Perhatian Pemkab Klaten terhadap dunia pendidikan anak usia dini (PAUD) di Klaten patut dipertanyakan. Buktinya, ada pemangkasan anggaran kegiatan PAUD pada APBD 2014 ini sebesar Rp 1 miliar. Bila pada APBD 2013 dianggarkan Rp 2,9 miliar, pada tahun ini menjadi Rp 1,9 miliar.
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan (Dispendik) Klaten Liestyowati mengatakan, meski anggaran tahun ini dikurangi, bukan berarti kegiatan yang sudah direncanakan masing-masing lembaga PAUD tidak berjalan. Pihaknya selalu memotivasi bunda PAUD yang ada di desa, kecamatan untuk terus bersemangat.
“Kenyatannya semua program yang sudah direncanakan terus berjalan. Jadi anggaran yang berkurang bukan berarti membuat kami tidak semangat dalam mendidik anak-anak. Kami akan terus bekerjasama dan saling memotivasi agar tercipta generasi yang luar biasa,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk kegiatan PAUD, selain mengandalkan dana dari pemerintah, masyarakat biasanya melakukan swadaya. Baik melalui dana yang ada di pemerintah desa, sumbangan dari yayasan, termasuk donatur yang bersedia mendanai PAUD.
“Jadi dana yang berasal dari pemerintah sifatnya hanya stimulus saja. Masyarakat berkewajiban untuk memajukan pendidikan di lingkungan masing-masing. Ada juga PAUD yang tercipta karena kerjasama dengan perusahaan melalui program corporate social resposibility (CSR). Jadi masing-masing pengelola PAUD dapat berkreasi sesuai dengan kemampuan mereka,” tambahnya.
Dia mengakui perkembangan PAUD dalam beberapa tahun terakhir sudah cukup pesat. Data terakhir, hingga Mei 2014 ini sudah terdapat 2.014 PAUD dan kelompok bermain (KB) yang ada di wilayah Klaten. Hampir setiap bulan keberadaan KB selalu bertambah.
“Untuk PAUD sudah hampir merata di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Klaten. Jadi setiap desa ada yang sudah memiliki 5 PAUD. Kami akan terus melakukan pembinaan terhadap PAUD yang dikelola masyarakat,” imbuhnya. (oh/bun/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -