Bersihkan 88 Patung Buddha

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TAWANGSARI — Jelang peringatan Tri Suci Waisak 2558 BE di Vihara Mahavira Graha Semarang kemarin (14/5) ditandai dengan membersihkan sebanyak 88 rupang (patung) Buddha yang ada di dalam maupun di luar vihara. Puluhan Biksu terlibat langsung dalam pembersihan rupang tersebut. Mereka menggunakan kain putih serta air suci untuk membersihkan kotoran yang menempel di patung Buddha. Setelah bersih, esok harinya (hari ini, Red) akan dipasang bunga di depannya.
Biksu Mudita Virya menjelaskan, peringatan Hari Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang ada beberapa tahapan yang dilakukan. Salah satunya para biksu di vihara ini terlibat langsung dalam membersihkan rupang Buddha. Selain yang ada di luar vihara, kata dia, para biksu juga membersihkan rupang Buddha yang ada di dalam. ”Kalau semua bersih, akan terlihat indah,” katanya.
Selain para biksu, kegiatan yang dimulai pukul 13.00 itu juga melibatkan karyawan di vihara tersebut. Dikatakan, ritual membersihkan atau memandikan rupang itu menjadi ritual wajib menjelang Hari Raya Waisak. Ritual ini diyakini bisa menghapus kebencian, kerakusan dan kotornya hati. ”Air wangi menjadi media menyucikan patung Buddha. Ini merupakan ritual penting untuk menyucikan diri dari dosa-dosa yang pernah diperbuat,” jelasnya.
Berdasarkan sejarahnya, ritual membersihkan patung Buddha dilakukan seluruh umat Buddha di penjuru dunia. ”Ini dilakukan sebelum merayakan hari kelahiran sang Buddha atau dikenal dengan Hari Raya Waisak,” tutunya.
Dia melanjutkan, konon sang Buddha pernah bersumpah akan membebaskan semua makhluk yang menderita di tiga alam kehidupan. ”Sejak itulah sebelum memperingati hari kelahiran sang Buddha, seluruh umat memandikan rupang dengan air suci,” katanya.
Setelah rupang Buddha dibersihkan, kata dia, dilanjutkan dengan memasang rangkaian bunga untuk perayaan Hari Waisak. (hid/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -