Bogasari Terus Rangsang Pertumbuhan UKM

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Peluang usaha di sektor makanan saat ini sangat menjanjikan. Wanita atau ibu-ibu, sangat potensial untuk mengembangkan bisnis makanan, apabila mendapat arahan yang baik baik dalam memproduksi maupun pemasaran. Berbagai pelatihan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan produk dan bahan makanan sebagai upaya untuk mendorong masyarakat terutama wanita untuk mengembangkan usaha makanan tersebut.
Seperti yang dilakukan unit pelatihan Bogasari Baking Center (BBC). Pusat pelatihan pembuatan makanan dengan bahan tepung ini mencatat pertumbuhan peserta dari tahun ke tahun. ”Total pelatihan di BBC Semarang pada tahun 2012 ada sebanyak 1.174 orang, meningkat menjadi 1.495 pada tahun 2013,” ujar Manajer Customer Relation Bogasari Jateng dan DIJ Yulius Ronaldi, Rabu (14/5).
Peningkatan jumlah peserta ini berimbas pada bertambahnya usaha kecil menengah (UKM) mitra binaan Bogasari. Secara nasional pada April 2014 lalu anggota mitra binaan tersebut telah mencapai 54.644. Dari angka tersebut, sebanyak 4.682 berada di wilayah Jawa Tengah. ”Semarang sendiri juga cukup potensial, dengan jumlah mitra binaan sebanyak 1.027,” jelasnya.
Tren pertumbuhan ini membuat PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari kian gencar merangsang masyarakat khususnya para calon wirausahawan untuk mengembangkan usaha mereka dengan menyediakan pusat pelatihan. ”Kita tidak hanya membekali mereka seputar resep dan cara membuat makanan, tapi lengkap dengan perhitungan usaha, cara pemasaran, pembukuan sederhana, pengurusan legal dan pengelolaan sumber daya manusia. Jadi harapannya usaha mereka bisa berkembang,” ungkapnya.
Setyaningsih salah seorang wirausahawan di bidang bakery mengaku awalnya sekadar iseng mengikuti pelatihan di Bogasari. Begitu menguasai cara pembuatan roti dan bekal pemsaran, ia mulai merintis usahanya dua tahun lalu. ”Hasilnya lumayan. Memang awalnya sulit, karena saya harus bersaing dengan beberapa bakery yang sudah ternama. Tapi dengan pengenalan brand dan pemasaran di sekitar tempat saya tinggal terlebih dahulu, saat ini sudah mulai berjalan dengan cukup lancar,” kata pemilik brand Chico ini. (dna/smu/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -