Dewan Berharap Penutupan JT hanya Sementara

288

GEDUNG BERLIAN – Kebijakan penutupan 9 jembatan timbang (JT) disayangkan pimpinan DPRD Jateng. Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengkhawatirkan penutupan JT tidak menyelesaikan masalah yang ada.
”Kami kurang setuju penutupan 9 jembatan timbang, sebab malah akan menimbulkan kekacauan di jalan raya, karena tidak ada lagi yang mencegah terjadinya kelebihan tonase angkutan barang,” ungkap Rukma. Pernyataan Rukma ini menanggapi langkah pemprov yang akan menutup 9 dari 16 JT yang ada karena dianggap tidak efektif dan rawan pungli. Penutupan 9 JT ini dilakukan agar pemprov dapat mengevaluasi secara menyeluruh terhadap 16 JT yang ada.
Rukma menyatakan, sebaiknya penutupan 9 JT itu bersifat sementara, sambil dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pendukungnya, seperti penambahan bangunan gudang, luas areal parkir, serta melibatkan Bank Jateng untuk menerima pembayaran denda. ”Kami tidak bisa menjamin kalau hanya mengoperasikan 7 jembatan timbang sudah efektif, mencegah dan menangani kelebihan muatan barang,” ujarnya.
Selaku pimpinan Dewan, Rukma menyarankan supaya Pemprov Jateng tidak menutup JT, tapi segera melengkapi sarana dan prasarana pendukung. ”Keberadaan jembatan timbang masih diperlukan untuk mencegah angkutan barang melebihi tonase yang dapat merusak jalan,” katanya. (ric/ton/ce1)