Disoal, Raskin Desa

325

SUSUKAN—Sekelompok warga mendesak pemerintah Desa Timpik segera menggelar musyawarah desa dan dusun (musdes dan musdus). Mereka menamakan Forum Pemuda Peduli Desa Timpik (FPPDT) Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.
Warga menghendaki Kepala Dusun Gedangan Suyitno mundur dari jabatannya. Mereka menilai, Kadus Suyitno diduga tidak transparan dalam mengelola beras untuk rakyat miskin (Raskin).
Perwakilan FPPDT, Muhamad Muslim, 37, warga Desa Timpik, Kecamatan Susukan, mengatakan, warga menduga sejak 2010, pengelolaan raskin di Gedangan tidak transparan. Per bulan, diperkirakan ada 8 sak raskin yang tidak tahu pemanfaatannya.
“Setiap bulan, raskin di Desa Gedangan mendapatkan jatah 44 sak. Ada kemungkinan 8 sak digunakan untuk pembiayaan pembangunan desa. Tapi, itu baru dugaan, kebenarannya belum tentu,” kata Muslim, Kamis (15/5) kemarin.
Warga meminta agar segera digelar musdus dan musdes. Agendanya, mendesak Kadus Suyitno mundur dari jabatannya. Tuntutan tersebut disampaikan FPPDT melalui surat yang dilayangkan kepada Kepala Desa Timpik dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes).
“Kami telah melayangkan surat Senin (12/5) lalu kepada kepala desa dan Bapermasdes. Kami harap pemerintah desa mau mengerti keinginan kami.”
Keterangan berbeda disampaikan oleh Ketua Pemuda Dusun Gedangan Desa Timpik, Sugiman, 50. Sugiman menandaskan, sekelompok warga Gedangan itu tak mewakili warga Dusun Gedangan. Sebab, mereka hanya beberapa orang saja.
Sugimen menuding, mereka melakukan fitnah, dengan menuding pengelolaan raskin di Dusun Gedangan bermasalah. Padahal, selama ini pengelolaan raskin tidak pernah bermasalah. Sebab, melalui kesepakatan warga dan dilakukan transparan.
“Itu fitnah, di lingkungan kami tidak ada masalah. Beberapa orang itu sengaja melakukan fitnah untuk menjatuhkan kadus. Sebab, mereka punya kepentingan agar jabatan kadus diisi oleh orang mereka. Kami sudah membahas masalah itu dengan warga dan tidak ada masalah. Bahkan hampir seluruh warga mendukung kepemimpinan kadus sekarang (Suyitno),” kata Sugiman.
Kepala Dusun Gedangan, Suyitno, 48, membantah semua tuduhan sekelompok orang tersebut. Suyitno menilai, tuduhan segelintir warga itu berlebihan. Sebab, pengelolaan raskin selama ini tidak dilakukan olehnya. Melainkan, oleh ibu-ibu PKK. Pemanfaatan raskin juga telah melalui kesepakatan seluruh warga dusun. (tyo/isk)