Embung Soropadan Tidak Berfungsi

505

TEMANGGUNG—Embung di Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat mangkrak. Sejak selesai dibangun akhir tahun lalu, tampungan air untuk saluran irigasi ini tidak dipergunakan. Warga mengeluhkan pemerintah yang tidak kunjung memanfaatkan embung tersebut untuk kepentingan pertanian sementara pada musim kemarau ketergantungan air untuk pertanian tinggi.
Anggota DPRD Temanggung Boedi Hartini mengaku mendapatkan laporan dari masyarakat tentang keberadaan embung yang sampai sekarang belum difungsikan. “Laporan yang kami terima demikian,” katanya.
Ia mengatakan, keberadaan embung tersebut seharusnya dioptimalkan mengingat fungsi embung merupakan fungsi vital bagi pengairan di kawasan pertanian pada musim kemarau. Kebutuhan air untuk pertanian padi di wilayah tersebut acapkali kekurangan setelah musim hujan usai. “Seharusnya difungsikan karena sudah selesai dibangun,” katanya.
Proyek pembangunan embung dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar tersebut telah selesai pada akhir tahun lalu. Namun hingga memasuki bulan kelima 2014, embung tersebut belum berfungsi. Sementara untuk memfungsikan embung  membutuhkan musim hujan karena embung adalah penampung air hujan untuk keperluan irigasi. “Berarti menunggu musim hujan tahun ini,” katanya.
Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi membenarkan embung Soropadan memang belum difungsikan. Pemkab tidak dapat memfungsikan embung tersebut karena anggaran pembangunan embung berasal dari APBN sedangkan sejauh ini belum ada penyerahan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) kepada Pemkab Temanggung. “Sebenarnya kita juga menunggu dari Balai Besar Serayu Opak, Kemen PU, karena anggarannya dari sana. Setelah ada penyerahan baru kami fungsikan,” katanya.
Ia menyadari keberadaan embung memang sangat vital untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian. Namun, status kepemilikan bangunan yang belum ada serah terima membuat Pemkab Temanggung tidak berani mengambil alih. “Kita tunggu penyerahannya saja,” tandasnya. (zah/ton)