Hukuman Pelecehan Perlu Ditambah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUGASSARI — Hukuman bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak dianggap tidak membuat jera. Untuk itu, perlu tambahan hukuman agar pelaku menjadi kapok.
”Selama ini, hukuman itu belum maksimal, sehingga perlu tambahan bagi pelaku agar jera,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam workshop Akses Partisipasi Kontrol dan Manfaat dalam Penegakan Hukum sebagai Bentuk Implementasi Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus-Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Hotel @Hom, Rabu (14/5).
Perlu ada pendidikan khusus bagi anak. Misalnya bagaimana anak harus bersikap ketika ada orang dewasa yang mendekati. ”Untuk itu orang tua harus belajar bagaimana menyampaikan hal tersebut kepada anak agar bisa terhindar dari pelecehan seks,” ujarnya.
Ketua Sub Komisi Reformasi Hukum dan Kebijakan Komnas Perempuan Kunthi Tridewiyanti mengatakan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukup Acara Pidana (KUHAP) masih melindungi pelaku dibanding korban. Tetapi UU yang baru seperti UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), UU Perlindungan Saksi dan Korban sudah mulai memberikan perlindungan kepada korban.
Sedangkan  untuk penerapannya sendiri, akunya, petugas masih memberikan perlindungan kepada pelaku. Misalnya pada kasus pemerkosaan serta trafficking Hukuman Pelaku Pelecehan Perlu Ditambah ”Padahal korban ketika bertemu dengan pelaku, korban akan shock sehingga mengakibatkan pingsan. Sehingga perlu pemahaman bersama dan penanganannya bersinergi tidak sendiri-sendiri,” akunya.
Terpisah, Pakar Hukum Anak Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Nur Rochaeti mengatakan, tindakan pidana belumlah cukup untuk menyelesaian persoalan kekerasan seksual kepada anak. ”Aspek lain seperti aspek sosial juga akan memengaruhi terjadinya kekerasan seksual kepada anak,” katanya kemarin.
Menurutnya pola pendidikan dalam keluarga terkait moral, budi pekerti, karakter dan agama ikut berperan dalam perkembangan perilaku seksual. Begitu banyak faktor yang memengaruhi, sehingga dibutuhkan penanganan dari berbagai aspek demi kepentingan terbaik bagi anak-anak agar terhindar dari kekerasan seksual.
Menurutnya, pelaku juga harus mendapatkan perawatan medis dan psikis sehingga setelah menjalani pidana diharapkan kehidupan seksual pelaku kembali normal. Tindakan bukan hanya menimbulkan aspek jera, tapi pendekatan secara psikologis dengan terapi maupun rehabilitasi pelaku kelainan seksual juga harus dilakukan. ”Sementara bagi korban harus ada penanganan agar kondisinya kembali pulih dan bisa mempersiapkan masa depan. Efek dari tindakan seksual bagi anak akan memengaruhi tumbuh kembang sang anak,” ujarnya. (hid/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -