Kemenag Cilacap Belajar Senja Keluarga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Program senja keluarga yang digulirkan Pemkab Wonosobo sejak tahun 2006, ternyata menarik minat Kementerian Agama Kabupaten Cilacap untuk belajar. Rabu (14/5), Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Cilacap datang ke Wonosobo untuk mengetahui lebih detail program yang dicanangkan Bupati Kholiq Arif tersebut.
Menurut Kepala Kemenag Cilacap Mughni Labib, kunjungan ini memiliki tujuan utama untuk mempelajari program senja keluarga dan program Bazda. Karena eksistensi program senja keluarga yang telah berlangsung selama 8 tahun tersebut layak mendapat apresiasi.
“Dengan adanya imbauan untuk segenap anggota keluarga agar berkumpul di setiap sore, orang tua dan anak juga akan menjadi lebih akrab dan komunikatif, ini bisa kami tiru,” katanya.
Disebutkan dia, setelah melihat ke Wonosobo secara langsung, imbas positif yang diharapkan dari program senja keluarga adalah terciptanya keluarga harmonis yang mampu melahirkan generasi berkualitas, baik secara mental, intelejensi hingga spiritualnya. “Dengan pembelajaran yang diperoleh dari Kabupaten Wonosobo, kami akan dapat mengimplementasikan di Cilacap,” katanya.
Terkait dengan Bazda, Mughni juga mengakui masih rendahnya kesadaran di kalangan birokrasi Kabupaten Cilacap untuk menyalurkan zakat secara rutin. Kewajiban pemotongan 2,5 persen dari penghasilan pegawai baru diberlakukan di kalangan Kantor Kementerian Agama.
“Sedangkan di lingkup SKPD, para pegawai masih mengeluarkan zakat maupun infak secara sukarela. Dengan pola pengelolaan dana zakat pegawai seperti di Kabupaten Wonosobo, yang telah dikelola di bawah manajemen Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA), kami berharap Kabupaten Cilacap juga dapat melakukan hal yang sama,” katanya.
Asisten Administrasi Setda Eko Yuwono, didampingi Kepala Kemenag Wonosobo Muhtadin mengungkapkan apresiasi terkait adanya penilaian dari Kemenag Cilacap. Program senja keluarga maupun Bazda di Wonosobo memang telah berjalan baik.(ali/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -