Mantan Kabag Kesra Dituntut 3,5 Tahun

289

MANYARAN – Mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupatan Kendal Abdurrohman dituntut pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan dalam perkara dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) keagamaan Kabupaten Kendal tahun 2010 senilai Rp 1,3 miliar. Selain pidana badan, yang bersangkutan juga dituntut membayar denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan.
Hal tersebut diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kendal Maliki di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (14/5). Selain menuntut Abdurrohman, JPU juga menuntut mantan bendahara Bagian Kesra Kendal Siti Romlah dengan tuntutan pidana 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.
Jaksa menilai, terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang nomor 20 tahun 2011 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ”Hal yang memberatkan terdakwa adalah mereka tidak merasa bersalah dalam kejadian ini,” imbuh Maliki.
Terkait adanya kewajiban membayar uang pengganti (UP), Maliki menegaskan tidak akan membebani mereka. Menurutnya ada pihak yang lebih bertanggung jawab untuk membayarnya. Yakni mantan bupati Kendal Siti Nurmarkesi yang juga ditetapkan menejadi tersangka meski belum masuk ke tahap pengadilan. ”Mungkin sebentar lagi,” imbuhnya.
Seperti diketahui, dana bansos tahun 2010 senilai Rp 1,3 miliar seharusnya untuk 336 titik bantuan kegiatan keagamaan. Di antaranya untuk rehabilitasi masjid dan musala, serta pendidikan berbasis keagamaan. Namun dalam pelaksanaannya, berbagai kegiatan tersebut dinilai fiktif dan tidak sesuai prosedur. (fai/ton/ce1)