Pelajar Kurir Ganja Tak Bisa Ikut Lulusan

335

SOLO–Dua pelajar tersangka kurir ganja seberat 17 kilogram bakal menyesal seumur hidup. Selain akan menjalani proses hukum hingga dipidana, keduanya juga tak dapat mengikuti kelulusan bersama rekan-rekannya pada 20 Mei mendatang. Lantaran, pihak kepolisian tak mengizinkan dan tak menyetujui penangguhan penahanan terhadap MWS ,17, warga Jebres dan RPP, 18, warga Banjarsari.
Kasat Narkoba Polresta Solo, Kompol Kristiyono menjelaskan bahwa dua pelajar SMK tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan. Walaupun ada indikasi mereka hanya anak-anak yang lugu dan dimanfaatkan bandar narkoba, keduanya tetap melakukan kejahatan karena mau menjadi perantara penjualan ganja. “Tidak ada izin untuk itu (mengikuti kelulusan, red),” terangnya.
Menurut Kris, penyidik masih melakukan proses penyidikan terhadap dua tersangka pelajar tersebut. Ketika disinggung apakah ada bukti-bukti lain selain yang sudah diamankan, Kris mengatakan, sampai kemarin belum ada. “Kejahatan tetap kejahatan. Tahanan tetap tidak mendapatkan izin,” ucap Kris.
Diketahui, dua pelajar sebuah SMK di Solo dibekuk tim Satres Narkoba Polresta Solo lantaran terbukti sebagai kurir dan menerima kiriman 17 kilogram ganja dari seorang berinisial B asal Semarang, Sabtu (10/5) pukul 01.00 dini hari. Mereka diketahui menaruh narkoba di beberapa tempat. Yaitu di samping SMP Tripusaka Solo, di sebelah timur Universitas Sahid, Jajar Laweyan, di sebelah barat Universitas Sahid Jajar, di gang utara PLN Jajar, di utara Terminal Panggung Klaten.
Mereka ditangkap dengan barang bukti 13 bungkus besar berisi ganja, tiga bungkus kecil berisi ganja, satu buah handphone Blackberry, satu buah kartu ATM BRI. Kedua tersangka dikenakan pasal 111 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkoba. (yan/mas/ida)