Pura-Pura Ditabrak, Rampas Motor

276

GAJAHMUNGKUR — Modus perampasan sepeda motor di jalan semakin beragam. Seperti yang dilakukan Supri, 30, warga Jalan Onta Raya, Pandean Lamper, Gayamsari yang berpura-pura ditabrak agar ia bisa mengambil motor korban. Supri kini harus mendekam dalam penjara setelah tertangkap petugas Polsek Gajahmungkur.
Aksi Supri ini dilakukan pada Selasa (13/5) dini hari lalu. Saat itu, ia membuntuti korban bernama Sugiarto, 49, warga Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, dari Jalan Kawi hingga tikungan Tegalsari. Untuk melancarkan aksinya, Supri menyewa seorang perempuan panggilan bernama Septi. Perempuan ini bertugas sebagai pemanis agar akting Supri meyakinkan di depan korban.
”Waktu itu saya berpapasan dari Jalan Kawi ke Tegalsari, tepat di tikungan, saya salip lalu saya tabrak dari belakang,” ungkapnya, Kamis (15/5).
Setelah menabrak, Supri dan teman perempuannya terjatuh, sehingga korban panik dan berusaha menolong pelaku yang terjatuh. Dan saat itulah dimanfaatkan oleh Supri untuk menjatuhkan mental korban. Dia meminta pertanggungjawaban korban lantaran telah ditabrak. ”Saya langsung minta tanggung jawab dia, dan harus mengantarkan saya pulang,” katanya.
Pelaku pun diantar pulang oleh korban. Sementara Septi ditinggal di lokasi kecelakaan bersama motor Honda Beat milik Supri.
Saat di tengah perjalanan, pelaku mengancam korban dan mengambil paksa motor Yamaha Mio JT milik korban. Setelah mengambil motor korban, Supri kemudian menjemput dua orang rekannya untuk kembali ke lokasi tabrakan tempat motor Honda Beat miliknya masih tertinggal.
Setelah mengambil motor, Supri meninggalkan perempuan tadi di lokasi. Polisi yang mendapatkan laporan adanya perampasan motor langsung memeriksa lokasi kejadian dan menemukan perempuan yang disewa Supri. ”Kami langsung bergerak dan mengamankan wanita yang digunakan pelaku untuk beraksi,” ungkap Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Meiliyan Rahmadi.
Berbekal pengakuan si perempuan yang masih menjadi saksi, polisi berhasil membekuk Supri di rumahnya bersama motor hasil rampasannya. Dari pemeriksaan ponsel pelaku, diketahui ia sudah menawarkan motor tersebut ke penadah.
Dua rekan Supri yang ikut membantu mengambil motor milik korban saat ini masih diperiksa secara intensif. ”Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan, dan status sementara masih saksi. Kalau S (Supri, Red) sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Pengakuan tersangka baru kali ini beraksi, namun kami akan terus dalami,” katanya.
Saat ini, Supri mendekam di sel tahanan Mapolsek Gajahmungkur. Dia akan dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (hid/ton/ce1)