Abaikan Ego, Bertahan 33 Tahun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

IST
KENDAL–Pasangan Ubaidi dan Dhorifah warga Patukangan, Kendal meraih juara pertama dalam penilaian keluarga sakinah yang diadakan Kementrian Agama tingkat eks Karesidenan Semarang. Keduanya telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 33 tahun.
Ubaidi yang menikah pada 1 Mei 1981 mengaku tidak ada resep khusus yang membuat rumah tangganya harmonis hingga saat ini. Ayah dari Ahmad Ainul Fahmi dan Muhammad Shofiyullah Ali mengaku hanya menekankan sikap pengertian dan menghargai satu sama lain.
Ia mengaku, dalam berumah tangga tidak selalu berjalan mulus. Dalam arti selalu diwarnai kebahagian. Sesekali pastilah ada masalah berat yang akan merundung rumah tangga. Makanya dibutuhkan rasa pengertian dan saling menghargai.
Dalam berumah tangga, menurutnya, tidak tepat jika mementingkan kebahagiaan diri sendiri alias mengedepankan ego. Jika tetap saling mempertahankan ego, maka bisa dipastikan rumah tangga tidak akan lama. “Saya sendiri kalau lagi ada masalah sama istri, saya memilih diam dulu daripada harus bertengkar,” tuturnya.
Setelah pikirannya reda, ataupun istrinya tidak lagi mengomel, baru kemudian ia mulai mengawali pembicaraan dengan hal-hal manis. “Saya bicara baik-baik, alhamdulillah selama ini tidak pernah mengalami cekcok yang melibatkan pihak ketiga, baik orang tua maupun mertua,” paparnya.
Dhorifah diakuinya sebagai orang yang cukup sabar dan bisa mengendalikan emosi.  Sehingga mengerti betul jika kondisi yang dialami suaminya saat sedang memiliki masalah.  “Prinsip saya berusaha menaati dan menjalankan aturan dalam perintah agama itu saja,” tegasnya. Ia berpesan kepada anak-anak dan menantunya agar taat pada agama, menghargai orang tua, bekerja dengan baik, dan tidak melukai hati masyarakat.
Salah seorang tim penilai M Syaifullah mengatakan, pasangan Ubaidi dan Dhorifah nantinya akan maju ke lomba tingkat provinsi dengan lima pasangan dari eks Karesidenan lain. “Pemenangnya akan maju ke tingkat nasional,” katanya. (bud/ton)
 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -