Abaikan Ego, Bertahan 33 Tahun

312

IST
KENDAL–Pasangan Ubaidi dan Dhorifah warga Patukangan, Kendal meraih juara pertama dalam penilaian keluarga sakinah yang diadakan Kementrian Agama tingkat eks Karesidenan Semarang. Keduanya telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 33 tahun.
Ubaidi yang menikah pada 1 Mei 1981 mengaku tidak ada resep khusus yang membuat rumah tangganya harmonis hingga saat ini. Ayah dari Ahmad Ainul Fahmi dan Muhammad Shofiyullah Ali mengaku hanya menekankan sikap pengertian dan menghargai satu sama lain.
Ia mengaku, dalam berumah tangga tidak selalu berjalan mulus. Dalam arti selalu diwarnai kebahagian. Sesekali pastilah ada masalah berat yang akan merundung rumah tangga. Makanya dibutuhkan rasa pengertian dan saling menghargai.
Dalam berumah tangga, menurutnya, tidak tepat jika mementingkan kebahagiaan diri sendiri alias mengedepankan ego. Jika tetap saling mempertahankan ego, maka bisa dipastikan rumah tangga tidak akan lama. “Saya sendiri kalau lagi ada masalah sama istri, saya memilih diam dulu daripada harus bertengkar,” tuturnya.
Setelah pikirannya reda, ataupun istrinya tidak lagi mengomel, baru kemudian ia mulai mengawali pembicaraan dengan hal-hal manis. “Saya bicara baik-baik, alhamdulillah selama ini tidak pernah mengalami cekcok yang melibatkan pihak ketiga, baik orang tua maupun mertua,” paparnya.
Dhorifah diakuinya sebagai orang yang cukup sabar dan bisa mengendalikan emosi.  Sehingga mengerti betul jika kondisi yang dialami suaminya saat sedang memiliki masalah.  “Prinsip saya berusaha menaati dan menjalankan aturan dalam perintah agama itu saja,” tegasnya. Ia berpesan kepada anak-anak dan menantunya agar taat pada agama, menghargai orang tua, bekerja dengan baik, dan tidak melukai hati masyarakat.
Salah seorang tim penilai M Syaifullah mengatakan, pasangan Ubaidi dan Dhorifah nantinya akan maju ke lomba tingkat provinsi dengan lima pasangan dari eks Karesidenan lain. “Pemenangnya akan maju ke tingkat nasional,” katanya. (bud/ton)