ABG Bantai Pacar dan Temannya

295

WONOGIRI –Dua siswi SMK 6 Pancasila Jatiroto menjadi korban kebiadaban seorang remaja asal Dusun Setren RT 2 RW 9 Desa Bugelan, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri. Kedua mayat korban ditemukan di Dusun Tempel RT 4 RW 5 Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Kamis (15/5) sore. Diketahui, Dusun Tempel berada di perbatasan Wonogiri dan Pacitan.
Dua remaja putri korban pembunuhan itu adalah Novita Yulianti, 19, warga Dusun Duren Lor RT 2 RW 1 Desa Duren, Kecamatan Jatiroto serta Eka Fitriyani,18, warga Dusun Weru RT 3 RW 2 Desa Duren, Kecamatan Jatiroto. Kedua korban merupakan siswi kelas III SMK 6 Pancasila Jatiroto.
Sementara pelaku adalah ZA,18, warga Dusun Setren RT 2 RW 9 Desa Bugelan, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri yang pada Jumat (16/5) pukul 03.00 diamankan petugas Polres Pacitan. Menurut informasi, ZA adalah pacar salah satu korban, Eka Fitriyani. “Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani pihak Polres Pacitan,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani, Jumat (16/5).
Lurah Desa Duren Sugeng kepada sejumlah wartawan mengatakan, dua korban saat ditemukan tergeletak di kebun jagung milik seorang warga Dusun Tempel RT 4 RW 5, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan. Kedua jasad ditemukan pemilik kebun jagung, Sani,45, warga Dusun Tempel RT 4 RW 5 Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan pada Kamis sekitar pukul 16.00.
“Baru akan mengambil pupuk, Bu Sani kaget karena menemukan mayat tak dikenal. Bu Sani sampai berjam-jam mengalami shock karena kaget melihat mayat hingga harus dibawa ke rumah sakit,” cerita Sugeng saat ditemui di rumah duka, rumah Novita Yulianti di Dusun Duren Lor RT 2 RW 1 Desa Duren, Kecamatan Jatiroto.
Menurut Sugeng, jasad dua korban tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda. Jasad Novita Yulianti ditemukan di dalam gubuk dengan kondisi separuh kaki sampai perut dimasukkan ke dalam karung. Sedang bagian perut hingga wajah ditutupi pupuk kandang. Sedangkan jasad Eka Fitriyani ditemukan di dalam kebun Jagung. Jarak antara penemuan jasad keduanya hanya lima meter.
Kadus Tempel Sukidi menjelaskan, ketika di RSUD Pacitan dirinya diizinkan melihat jazad Novita Yulianti dan Eka Fitriyani. Sukidi melihat pada wajah bagian mata kiri terkena hantaman benda keras hingga berdarah. (jok/mas/aro)