Drama Dua Kali Over Time

309

SEMARANG – Laga babak big eight basket cowok antara SMKN 2 Kendal melawan SMA Kristen Satya Wacana Salatiga (Lab School) harus diwarnai dengan dua kali babak tambahan waktu (over time). Lab School akhirnya memenangkan pertarungan sengit tersebut dan memastikan tiket babak fantastic four Honda DBL 2014 Central Java Series – North Region.
Sengitnya laga sudah terlihat sejak kuarter pertama. SMKN 2 Kendal tertinggal tipis 2-6 di kuarter pertama, namun kemudian di kuarter kedua mereka membalikkan keadaan dengan keunggulan 12-6.
Kendal yang percaya diri dengan tiga big man yaitu Fahmi Adil Pratama (180 cm), Afan Wicaksono (180 cm) dan Fikri Arkan (187cm) merepotkan Lab School hingga kuarter ketiga harus berakhir dengan skor ketat 18-17 masih untuk keunggulan SMKN 2 Kendal.
Drama mulai terjadi di kuarter empat di mana SMKN 2 Kendal harus kehilangan salah satu big man mereka Fikri Arkan lantaran hukuman foul out di tengah keunggulan tipis 30-29 hingga kemudian Lab School mampu menyamakan keunggulan 30-30 dan memaksa terjadinya first over time selama lima menit.
Di over time pertama kejar-kejaran angka terjadi. Drive cepat yang diperagakan keduanya membuat laga berjalan cukup menarik, bahkan Kendal mampu unggul 36-34 di sisa waktu 12 detik. Sayang, lagi-lagi SMKN 2 Kendal tak mampu mempertahankan keunggulan mereka di detik terakhir. Box shoot forward Lab School, Sunu Wicaksono memaksa wasit memainkan second over time dengan hasil imbang 36-36.
Petaka bagi SMKN 2 Kendal mulai terjadi di over time kedua. Three point guard Lab School Ronaldo Boniwijaya membuka keunggulan Lab School. SMKN 2 Kendal yang kehabisan “bensin” akhirnya menyerah dari Lab School 40-44. “Saya kira ini hari keberuntungan kami, dan tim kedua kami tampil di bawah form terbaik sehingga kami mengalami kesulitan di pertandingan ini,” kata pelatih Lab School, Aditya Krisnha Permana usai laga.
Sementara di kubu SMKN 2 Kendal, asisten pelatih Septian Dwi Saputra mengakui di second overtime tim mereka mulai kehabisan tenaga. ”Ditambah lagi dua big man kami cedera dan satu lagi foul out, ya apa boleh buat kita akan tampil lebih baik musim depan,” tegasnya. Di babak fantastic four, Lab School akan bentrok versus SMAN 1 Jepara yang kemarin juga berhasil menang atas SMAN 1 Kudus dengan skor 35-15 atas SMAN 1 Kudus. (bas/smu)