Gemuruh Merapi Terdengar 12 Km

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Jogjakarta cenderung stabil dalam beberapa hari terakhir. Meskipun warga mengaku masih kerap mendengar suara gemuruh. Bahkan hingga radius 12 kilometer.     
Slamet Karto, 40, warga Dusun Babadan, Desa Paten, Kecamatan Dukun, mengatakan suara gemuruh dari Gunung Merapi kerap terdengar pada malam atau dini hari. Suara yang cukup keras membuat hampir seluruh warga takut dan khawatir. “Jarak saya dengan Merapi sekitar 6 kilometer,” katanya, kemarin.
Setiap mendengar suara gemuruh  hampir seluruh warga langsung terburu-buru keluar dan mengamati Gunung Merapi. “Takut ada apa-apa,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, maka seluruh warga Dusun Babadan saat ini sudah berupaya mempersiapkan diri, mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Merapi, dengan menyiapkan segala kebutuhan untuk dibawa pergi mengungsi.       
Liani, 13, salah seorang warga Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, mengatakan, suara gemuruh tersebut hampir setiap hari terdengar pada malam hari, mulai sekitar pukul 19.00 petang.     
“Suara gemuruh tersebut biasanya berhenti, dan terdengar lagi, begitu terus berulangkali hingga pukul 23.00, atau bahkan hingga pagi hari berikutnya,” imbuhnya.       
Desa Sawangan, lokasi tempat tinggal Liani, berjarak sekitar 12 kilometer dari Gunung Merapi.  Sebelumnya, karena sempat terdengar saat ada kilat menyambar, dia mengira suara gemuruh tersebut pertanda akan turun hujan. Namun, setelah itu, suara gemuruh tetap terdengar tanpa disertai adanya kilat dan petir. 
Karena sudah terbiasa mendengarnya, maka Liani dan keluarganya acapkali mengabaikan suara-suara itu. Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Didik Wahyu Nugroho mengatakan, berdasarkan pantauan dari sejumlah pos pengamatan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini cenderung landai. Namun, karena Gunung Merapi masih berstatus waspada, segenap masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lereng gunung diminta untuk tetap siaga, dan meningkatkan kewaspadaannya. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -