Kejurnas BMX Perlu Sirkuit Layak

299

TEMANGGUNG–Sebagai tuan rumah laga kejurnas Supercross BMX, Kabupaten Temanggung membutuhkan sirkuit yang layak. Pasalnya, sirkuit untuk olahraga ekstrem yang berada di Lingkungan Situk, Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan tidak memenuhi syarat. ISSI Temanggung yang menanggung hajat tersebut saat ini tengah konsentrasi membina atlet muda.
Pelatih BMX Temanggung, Dayu Prakasandi, mengatakan, untuk saat ini, pihaknya tengah berkonsentrasi menjalani latihan bagi para atlet muda olahraga ini. Meskipun sirkuit kondisinya yang di bawah standar, kualitas atlet harus ditingkatkan.
“Ada nilai positifnya, atlet kita berlatih di tempat yang sulit. Kalau perlombaan di tempat yang standar mereka lebih mudah dan lebih berani. Temanggung langganan juara umum jadi kita harus membina lebih baik lagi,” kata pria yang menggondol medali emas Porprov Jateng olahraga ini.
Ia mengatakan, konsentrasi pelatihan dialamatkan kepada atlet pemula, menengah dan tingkat lanjut. Namun, untuk kelas olahraga ini lebih didominasi atlet pemula (junior) dengan rentang usia 7-12 tahun. Pada usia tersebut masih sangat mudah mengolah sehingga secara kemampuan dinilai akan lebih optimal dibanding membina atlet yang lebih dewasa.
“Kita sedang konsentrasi untuk mengikuti Kejurnas BMX Supercross Serie 2 dan Super League seri 1 di Youth Centre, Sleman, Yogyakarta yang akan diselenggarakan tanggal 24-25 bulan ini. Kita target memperoleh medali sebanyak mungkin dan menjadi juara umum,” katanya.
Seksi Pembinaan dan Prestasi ISSI Temanggung, Zadi Lukman mengatakan untuk ISSI Kabupaten Temanggung akan mengirimkan sebanyak 35 atlet dari berbagai kelas. Sebanyak delapan kelas akan diikuti oleh tim penyepeda ekstrem.
Ia mengatakan, untuk persiapan Kejurnas Serie 4 pada Agustus mendatang, Kabupaten Temanggung masih memerlukan sirkuit yang sesuai standar. Menurutnya, sirkuit yang ada saat ini masih jauh dari standar sirkuit. “Apalagi ini untuk kelas nasional. Jadi kami membutuhkan sirkuit yang benar-benar layak,” tandasnya.
Salah seorang peserta, Nizamul Haq, 7, mengaku semangat berlatih untuk dapat menjadi juara. “Saya berlatih setiap hari setiap pukul 15.00 sampai sore,” tandasnya. (zah)