Satu Kg Ganja Disita dari Eks Napi Nusakambangan

290

BARUSARI – Seorang mantan napi digerebek Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, karena menyimpan 1 kg ganja dan 2 paket sabu di rumahnya.
Tersangka bernama Sanyoto, 39, warga Jalan Taman Delta Mas No 31, Kuningan, Semarang Utara. Ia baru enam bulan keluar dari tahanan LP Nusakambangan.
Tersangka mengaku baru mendapatkan pembebasan bersyarat dari LP Nusakambangan sejak November 2013 silam. Ironisnya, setelah bebas, bukannya sadar, malah menjadi.
Ia justru nekat menjadi pengedar ganja dan sabu. Alasannya, ia tak punya pekerjaan tetap. Padahal, ia harus membiayai 4 anaknya. ”Ya, saya jual ganja dan sabu. Sudah enam bulan terakhir,” akunya, enteng.
Barang haram itu, diperoleh dari seorang rekannya, bernama Deni, warga Solo. Ia membelinya seharga Rp 350 ribu. San-San— begitu nama bekennya—mengaku pernah mendekam di LP Nusakambangan karena terjerat kasus yang sama. Ia ditangkap anggota Polda Metro Jaya, karena kedapatan membawa ribuan butir ekstasi. ”Saya membeli ganja dan sabu hanya untuk konsumsi sendiri. Tidak untuk dijual,” ucapnya, berkilah.
Kepala Polrestabes Semarang Kombes Djihartono mengatakan, tersangka Sanyoto sebenarnya masih dalam pengawasan. Tersangka baru enam bulan keluar dari LP Nusakambangan, karena pembebasan bersyarat. Sebelumnya, ia ditangkap Polda Metro dan divonis 10 tahun penjara pada 2006 silam. ”Karena berbagai pertimbangan, tersangka dibebaskan dengan syarat. Tersangka hanya menjalani hukuman 6 tahun, 11 bulan penjara.”
Tersangka disinyalir masih menjalankan bisnis haram sejak dalam lapas. Buktinya, begitu keluar, langsung bermain lagi. Dari pemeriksaan, tersangka mengedarkan di Kota Atlas. ”Tersangka dijerat pasal 112 ayat,1 dan pasal 111 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.”
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu kotak berisi ganja; 2 paket sabu; 1 pipet; 1 bong; serta sebuah handphone.
Untuk mengelabui petugas, barang disimpan di dalam kotak makan plastik, kemudian dimasukkan kulkas. ”Katanya biar ganja tetap kering dan enak,” tambah Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sitorus Iskandar. (fth/isk/ce1)