Satu Kg Ganja Disita dari Eks Napi Nusakambangan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Seorang mantan napi digerebek Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, karena menyimpan 1 kg ganja dan 2 paket sabu di rumahnya.
Tersangka bernama Sanyoto, 39, warga Jalan Taman Delta Mas No 31, Kuningan, Semarang Utara. Ia baru enam bulan keluar dari tahanan LP Nusakambangan.
Tersangka mengaku baru mendapatkan pembebasan bersyarat dari LP Nusakambangan sejak November 2013 silam. Ironisnya, setelah bebas, bukannya sadar, malah menjadi.
Ia justru nekat menjadi pengedar ganja dan sabu. Alasannya, ia tak punya pekerjaan tetap. Padahal, ia harus membiayai 4 anaknya. ”Ya, saya jual ganja dan sabu. Sudah enam bulan terakhir,” akunya, enteng.
Barang haram itu, diperoleh dari seorang rekannya, bernama Deni, warga Solo. Ia membelinya seharga Rp 350 ribu. San-San— begitu nama bekennya—mengaku pernah mendekam di LP Nusakambangan karena terjerat kasus yang sama. Ia ditangkap anggota Polda Metro Jaya, karena kedapatan membawa ribuan butir ekstasi. ”Saya membeli ganja dan sabu hanya untuk konsumsi sendiri. Tidak untuk dijual,” ucapnya, berkilah.
Kepala Polrestabes Semarang Kombes Djihartono mengatakan, tersangka Sanyoto sebenarnya masih dalam pengawasan. Tersangka baru enam bulan keluar dari LP Nusakambangan, karena pembebasan bersyarat. Sebelumnya, ia ditangkap Polda Metro dan divonis 10 tahun penjara pada 2006 silam. ”Karena berbagai pertimbangan, tersangka dibebaskan dengan syarat. Tersangka hanya menjalani hukuman 6 tahun, 11 bulan penjara.”
Tersangka disinyalir masih menjalankan bisnis haram sejak dalam lapas. Buktinya, begitu keluar, langsung bermain lagi. Dari pemeriksaan, tersangka mengedarkan di Kota Atlas. ”Tersangka dijerat pasal 112 ayat,1 dan pasal 111 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.”
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu kotak berisi ganja; 2 paket sabu; 1 pipet; 1 bong; serta sebuah handphone.
Untuk mengelabui petugas, barang disimpan di dalam kotak makan plastik, kemudian dimasukkan kulkas. ”Katanya biar ganja tetap kering dan enak,” tambah Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sitorus Iskandar. (fth/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -