STIKES akan Kirim Mahasiswa ke Philipina

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMBALANG – STIKES Karya Husada, rencananya segera mengirim mahasiswanya ke Philipina untuk mengikuti program student exchange. Hal itu dilakukan setelah pihak STIKES menandatangani kerja sama program joint degree dengan Ariliano University, Philipina. MoU yang diteken terkait bidang kesehatan dan keperawatan.
Ketua STIKES Karya Husada, Fery Agusman MM, mengatakan, ada perbedaan jenjang pendidikan keperawatan yang ada di Philipina dan Indonesia. Di Philipina, misalnya, hanya terdapat satu level jenjang pendidikan, yaitu sarjana. Sedangkan di Indonesia, dibagi menjadi dua jenjang: diploma dan sarjana. ”Di program joint degree itu, mahasiswa selama empat semester ada di Indonesia dan empat semester kuliah di Philipina. Sekarang sedang kami siapkan modulnya, karena harus menyesuaikan kurikulum. Di sana memakai standar Amerika,” ungkap Fery Agusman, Jumat (16/5) kemarin.
Agusman menambahkan, pengiriman mahasiswa, rencananya akan dilakukan pada 2015. Selain program di atas, keduanya juga bersepakat melakukan penelitian dan joint riset bersama. ”Jadi, kedatangan tiga perwakilan Philipina ke mari (ke STIKES), selain sebagai kunjungan balasan, juga untuk menilai apakah institusi yang diajak kerja sama benar-benar kredibel atau tidak. Kami berharap kerja sama ini bisa memberi kontribusi positif dalam pengembangan sumber daya manusia.”
Sementara itu, Dr Remedios Lapidez Fernandez, selaku Dekan Keperawatan Ariliano University mengatakan, tidak ada perbedaan signifikan antara pendidikan kesehatan di Indonesia dengan Philipina. Hanya saja, dalam hal kurikulum, mahasiswa di Philipina mendapatkan pendidikan di atas pelajaran dasar yang telah ditetapkan.
”Hanya saja, untuk keperawatan cuma ada program sarjana. Tapi, jika ingin menjadi tenaga kesehatan, selain harus bersertifikasi, juga dilihat akreditasi perguruan tingginya,” katanya. (mg1/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -