Warga Korban Keracunan Membaik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...



BOYOLALI– Pascakeracunan di Dusun Menoro, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, kini warga yang menjadi korban sudah membaik. Hal ini diketahui setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali membuka posko kesehatan di dekat lokasi kejadian. Tercatat, warga yang memeriksakan diri di posko tersebut lebih dari 150-an orang.
Kasus keracunan ini mencuat saat puluhan warga dusun setempat mengalami mual, pusing, dan muntah setelah menyantap hidangan hajatan. Lima orang terpaksa dirawat ke rumah sakit. Tiga orang dilarikan ke RSU Banyudono, dua orang lagi ke RSUD Pandan Arang Boyolali.
Dinkes membuka posko di dekat lokasi kejadian untuk melayani warga yang ingin melakukan pengobatan. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali Ahmad Muzzayin mengatakan, hingga Rabu lalu, warga yang memeriksakan diri karena keracunan makanan ada sekitar 150 orang. Petugas Puskesmas Banyudono II membuka posko kesehatan untuk melayani warga yang mengalami keracunan selama dua hari, yakni Selasa (13/5) dan Rabu.
Rencananya, posko itu akan dibuka selama tiga hari. Namun lantaran rata-rata warga sudah membaik, sehingga pelayanan kesehatan dilayani di pukesmas setempat. Sedangkan lima warga yang dirawat di rumah sakit, hingga Rabu lalu masih menjalani perawatan. ”Hari ini (kemarin) tadi, kami belum cek. Tetapi rata-rata kondisinya sudah baik,” tambahnya.
Kepala Dinkes Boyolali Yulianto Prabowo mengimbau kepada warga, sebagai antisipasi, masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Jika sampai terjadi kasus keracunan makanan, warga setidaknya harus mengetahui cara penanganan dini.
”Biasanya kalau keracunan, orang akan mengalami kekurangan cairan. Sehingga bisa diatasi dini dengan menggunakan larutan gula-garam atau oralit. Jika sampai diare, bisa dengan minum obat diare,” jelasnya. (wo/un/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -