Warga Korban Keracunan Membaik

290



BOYOLALI– Pascakeracunan di Dusun Menoro, Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, kini warga yang menjadi korban sudah membaik. Hal ini diketahui setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali membuka posko kesehatan di dekat lokasi kejadian. Tercatat, warga yang memeriksakan diri di posko tersebut lebih dari 150-an orang.
Kasus keracunan ini mencuat saat puluhan warga dusun setempat mengalami mual, pusing, dan muntah setelah menyantap hidangan hajatan. Lima orang terpaksa dirawat ke rumah sakit. Tiga orang dilarikan ke RSU Banyudono, dua orang lagi ke RSUD Pandan Arang Boyolali.
Dinkes membuka posko di dekat lokasi kejadian untuk melayani warga yang ingin melakukan pengobatan. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali Ahmad Muzzayin mengatakan, hingga Rabu lalu, warga yang memeriksakan diri karena keracunan makanan ada sekitar 150 orang. Petugas Puskesmas Banyudono II membuka posko kesehatan untuk melayani warga yang mengalami keracunan selama dua hari, yakni Selasa (13/5) dan Rabu.
Rencananya, posko itu akan dibuka selama tiga hari. Namun lantaran rata-rata warga sudah membaik, sehingga pelayanan kesehatan dilayani di pukesmas setempat. Sedangkan lima warga yang dirawat di rumah sakit, hingga Rabu lalu masih menjalani perawatan. ”Hari ini (kemarin) tadi, kami belum cek. Tetapi rata-rata kondisinya sudah baik,” tambahnya.
Kepala Dinkes Boyolali Yulianto Prabowo mengimbau kepada warga, sebagai antisipasi, masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Jika sampai terjadi kasus keracunan makanan, warga setidaknya harus mengetahui cara penanganan dini.
”Biasanya kalau keracunan, orang akan mengalami kekurangan cairan. Sehingga bisa diatasi dini dengan menggunakan larutan gula-garam atau oralit. Jika sampai diare, bisa dengan minum obat diare,” jelasnya. (wo/un/aro)